Lulung Sebut Faktor Dirinya Hijrah ke PAN Penyebab Kursi PPP di DPRD DKI Anjlok

Oleh Delvira Hutabarat pada 13 Agu 2019, 17:02 WIB
Haji Lulung

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan 106 anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. PDI Perjuangan mendapatkan kursi terbanyak sebanyak 25. Diikuti Gerindra dengan 19 kursi. Di posisi ketiga PKS menempati 16 kursi. Posisi keempat Demokrat mendapatkan 10 kursi dan tenpat Kelima adalah PAN dengan 9 kursi.

PSI sebagai partai baru berhasil mendapatkan 8 kursi di Jakarta. Kemudian Nasdem dengan 7 kursi, Golkar mendapatkan 6 kursi, PKB 5 kursi. Dan paling bontot PPP dengan 1 kursi. Sementara, Hanura, Perindo, Berkarya, PBB, PKPI, dan Garuda mendapatkan 0 kursi.

Perolehan itu cukup mengejutkan, terutama Untuk lima besar partai dengan perolehan kursi terbanyak. Pada periode 2014-2019 kelima Partai teratas adalah PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PKS, PPP, dan Partai Demokrat. Kini, jatah calon pimpinan Dewan dari PPP tergusur oleh PAN.

Perolehan suara antara PPP dan PAN seolah bertukar posisi. Pada periode 2014-2019, PPP mendapatkan 10 kursi, kini mereka hanya mendapatkan hanya 1 kursi. Atas perolehan tersebut, PPP berhak mendapat kursi Wakil Ketua DPRD DKI yang akhirnya jatuh pada Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Kini, Posisi PPP berada dibontot dengan hanya mendapatkan satu kursi, sementara PAN mendapatkan 9 kursi dan masuk dalam lima besar partai dengan perolehan terbesar.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana mengatakan, terdapat lima faktornya melesatnya perolehan PAN dan merosotnya kursi PPP pada Pileg 2019 ini.

"Ada lima faktor kemenangan PAN dan kalahnya PAN. Pertama ada isu penista agama," kata Lulung pada Liputan6.com, Selasa (13/8/2019).

Faktor lainnya, menurut Lulung lantaran PAN berkoalisi dengan Capres Prabowo Subianto. Faktor Ketiga, ia menyebut karena PAN sangat kritis dengan Pemerintahan. "Keempat yakni faktor ini luar biasa semua caleg PAN bekerja keras turun semua untuk pemenangan DKI," katanya.

 

2 of 3

Hijrah ke PAN

Ahok Dan Haji Lulung Kepergok Akur
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Abraham Lunggana (Haji Lulung) saat di Lebaran Betawi, Jakarta (14/9/2014) (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Faktor terakhir alias faktor pamungkas, menurut Lulung adalah lantaran berpindahnya Lulung dari PPP ke PAN.

"Dan kelima ada faktor hijrahnya haji Lulung ke PAN," tandasnya.

Diketahui Haji Lulung mengundurkan diri dari kursi Wakil Ketua DPRD DKI pada 21 September 2018 lalu lnatran akan maju sebagai caleg DPR RI dari PAN.

Nama Anak Pejabat Bermunculan di DPRD DKI

Dari 106 anggota DPRD DKI, sebanyak 59 orang atau 55,6 persen di antaranya merupakan wajah baru. Beberapa di antara wajha bar itu diketahui adalah anak atau kerabat pejabat. Sebut saja, Zita Anjani dari Partai Amanat Nasional (PAN). Zita merupakan anak Ketua Umum PAN sekaligus Ketua MPR, Zulkifli Hasan.

Ada juga Dimaz Raditya Soesatyo dari Partai Golkar yang merupakan anak politikus Partai Golkar sekaligus Ketua DPR, Bambang Soesatyo. Ada pula Nova Harivan Paloh dari Partai Nasdem, yang merupakan keponakan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Selain itu, anak Haji Lulung , yakni Guruh Tirta Lunggana, juga ditetapkan sebagai anggota DPRD DKI periode 2019-2024.

Selain itu, Ada pula dua wajah baru dari PDI Perjuangan. Dia adalah mantan aktris cilik Tina Toon yang bernama asli Agustina. Serta, staf mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Ima Mahdiah.

Nama lama yang lolos ke Kebon Sirih di antaranya, Ketua DPRD DKI Jakarta periode sebelumnya, Prasetyo Edi Marsudi, ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono. Dari Gerindra ada nama Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓