Mereka yang Blak-blakan Minta Jatah Menteri Banyak

Oleh Liputan6.com pada 12 Agu 2019, 08:32 WIB
Diperbarui 12 Agu 2019, 08:32 WIB
KPU Tetapkan Jokowi-Ma’ruf Amin Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Perbesar
Pasangan Presiden dan Wapres terpilih, Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin berbincang pada Rapat Pleno Terbuka Penetapan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (30/6/2019). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi masih menyeleksi calon menteri yang layak mengisi kursi Kabinet Kerja Jilid II. Di tengah kesibukannya, banyak pihak yang meminta jatah kursi menteri.

Bahkan tak sedikit ketua umum partai pendukung yang terang-terangan minta jatah kursi dalam jumlah banyak ke Jokowi.

Permintaan itu dianggap wajar lantaran partai-partai tersebut telah berhasil mengantarkan Jokowi kembali berkuasa.

Berikut 4 ketum parpol yang blak-blakan meminta jatah kursi banyak ke Jokowi:

 

2 dari 6 halaman

PDIP Harus Dapat Jatah Menteri Terbanyak

Kenakan Baju Adat Bali, Jokowi Beri Sambutan di Kongres V PDIP
Perbesar
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin saat menghadiri Kongres V PDIP di Grand Inna Beach, Sanur, Bali, Kamis (8/8/2019). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri terang-terangan meminta jatah kursi kepada Presiden Jokowi. Di hadapan kader PDIP dan tamu undangan Kongres ke V PDIP, Mega minta jatah menteri paling banyak.

Presiden ke-5 RI itu menganggap permintaannya wajar, sebab PDIP merupakan partai pemenang Pemilu 2019.

"Ini dalam kongres partai Pak Presiden saya minta dengan hormat PDIP akan masuk dalam kabinet dengan jumlah menteri yang terbanyak," tegas Mega yang disambut riuh peserta kongres, di Hotel Inna Garuda, Bali, Kamis 8 Agustus 2019.

3 dari 6 halaman

10 Menteri untuk PKB

Cak Imin
Perbesar
Cak Imin menyambangi istana Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar juga meminta jatah menteri banyak. Sebagai partai pendukung Jokowi-Ma’ruf, pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengaku telah mengusulkan 10 nama kader terbaik PKB untuk dijadikan menteri.

Cak Imin menilai partainya layak mendapat jatah menteri lebih banyak dari parpol pengusung lainnya.

"Semoga dari PKB yang masuk ke DPR ada 60 orang, dan semoga 10 menteri dari PKB," kata Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar beberapa waktu lalu.

4 dari 6 halaman

Golkar Ingin Jatah Lebih dari Periode Pertama

Capres petahana Jokowi bersalaman dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Istimewa)
Perbesar
Capres petahana Jokowi bersalaman dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Istimewa)

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga tak mau ketinggalan meminta jatah menteri lebih banyak kepada Presiden Jokowi.

Airlangga berharap Golkar mendapat jatah kursi lebih banyak dibanding periode pertama. Airlangga mengeklaim sudah menyiapkan kader terbaik yang segera diusulkan kepada Jokowi.

"Kemarin kan kita bergabung di babak kedua, sekarang kita kan ikut dari babak pertama. Ya tentu nanti harapannya akan berpartisipasi lebih aktif ya," kata Airlangga, beberapa waktu lalu.

 

5 dari 6 halaman

OSO Sodorkan 40 Nama Kader Hanura

Presiden Jokowi Hadiri Buka Bersama Ketua DPD RI
Perbesar
Presiden Joko Widodo (tengah), Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang saat buka bersama di kediaman Oesman Sapta Odang (OSO) jalan Karang Asem Utara, Kuningan, Jakarta, Kamis (31/5). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebagai partai pendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019, Partai Hanura juga berharap mendapat jatah menteri pada pemerintahan kedua Jokowi. Hanura mengeklaim telah diminta menyerahkan nama kader yang cocok mengisi kursi menteri oleh Jokowi.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) lantas menyerahkan 40 nama kadernya kepada Jokowi.

"(Pak Jokowi) tanya sama saya 'Pak Oesman, kira-kira usul Pak Oesman berapa itu anggota yang bakal diusulkan (menjadi menteri)?'. Saya bilang enggak banyak pak, hanya 40," kata OSO, usai bertemu Jokowi di Istana Bogor, Rabu 24 Juli 2019.

 

Reporter: Desi Aditia Ningrum

Sumber: Merdeka.com

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓