Metro Sepekan: Mbah Maimun Zubair dalam Kenangan hingga Biang Kerok Mati Lampu

Oleh Maria Flora pada 12 Agu 2019, 07:59 WIB
Diperbarui 15 Agu 2019, 19:10 WIB
Romi buka Rapimnas II PPP versi muktamar Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Kepergian ulama besar dan karismatik KH Maimun Zubair menyisakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Mbah Moen, sapaan akrabnya meninggal dunia saat tengah menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, Selasa 6 Agustus usai salat subuh.

Kabar duka tersebut sontak mengejutkan banyak pihak, tak terkecuali Presiden Jokowi. Dia mengaku memiliki banyak kenangan khusus dengan pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu.

Salah satunya ketika salat berjemaah bersama di kediamannya, Ponpes Al-Anwar. Mbah Maimun Zubair menjadi imam Jokowi.

Tak hanya karismatik, di mata Jokowi, sosok Mbah Maimun Zubair juga dinilai sangat gigih menjaga NKRI. Bagi almarhum, NKRI adalah harga mati. 

Sementara itu, mati listrik massal yang menyebabkan Jabodetabek hingga hampir separuh Pulau Jawa gelap hingga belasan jam membuat Jokowi geram.

Mati listrik yang secara tiba-tiba, pada Minggu siang 4 Agustus lalu menurutnya telah banyak merugikan serta membahayakan masyarakat.

Kepada pihak PLN, Jokowi langsung meminta penjelasan dan mendesak segera dipulihkan bagaimana pun caranya. Sebuah pohon sengon awalnya diduga menjadi biang kerok listrik padam di sebagian Jawa. 

Tumbuh mencapai lebih dari 8,5 meter, pohon sengon dianggap menggangu Sutet yang kemudian menyebabkan seluruh jaringan collapse. Nasibnya pun diputus, pohon sengon langsung ditebang. 

Berikut ulasan berita-berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com selama sepekan lalu:

2 dari 5 halaman

1. Mbah Maimun Zubair Berpulang

mba moen
Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimun Zubair atau Mbah Moen.

KH Maimum Zubair wafat di Rumah Sakit An Noor Saudi Arabia, Selasa 6 Agustus 2019 pukul 04.17 waktu setempat.

Pemakaman di Jannatul Ma'la, Makkah kini menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. Ulama kelahiran 28 Oktober 1928 itu meninggal dunia pada usia menjelang 91 tahun.

Kepergian Mbah Moen, demikian ia akrab dipanggil, terjadi tanpa pertanda. Ulama kenamaan tersebut tidak mengeluhkan sakit apapun sebelum meninggal dunia.

"Beliau tidak sakit, tadi malam masih terima tamu di Makkah," kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sanidalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Jakarta, Selasa, 6 Agustus.

Meninggalnya Mbah Moen menyisakan duka bagi Bangsa Indonesia. Tak terkecuali bagi Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mengaku sangat kehilangan.

"Kepergian Mbah Moen tidak saja sebuah kehilangan besar bagi saya dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Anwar Rembang, Jawa Tengah, tapi juga umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan dia memiliki kenangan khusus dengan pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu. Salah satunya diimami saat salat berjamaah bersama dan diberikan sorban hijau saat mengunjungi pesantrennya. 

Tak hanya dicintai umat muslim Indonesia, Mbah Maimun Zubair juga dicintai para tokoh lintas agama. Romo Benny Susetyo menilai Mbah Moen adalah kiai yang karismatik dan negarawan yang setia menjaga NKRI dan Pancasila.

3 dari 5 halaman

2. Geger Ledakan Motor di Parkiran Kemlu

Foto sepeda motor terbakar di Kemlu. (Humas Polres Jakpus)
Foto sepeda motor terbakar di Kemlu. (Humas Polres Jakpus)

Sebuah sepeda motor terbakar dan dikabarkan meledak sekitar 13.30 WIB di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Rabu, 7 Agustus 2019. Ledakan tersebut membuat pegawai Kemlu kaget dan berhamburan keluar.

Polisi menyebut penyebab motor terbakar itu adalah korsleting. 

"Penyebabnya korsleting di motor," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan, soal sepeda motor meledak di Kemlu kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Api baru bisa dipadamkan pukul 13.57 WIB. Seorang saksi mata mengaku melihat asap hitam keluar dari badan sepeda motor yang diparkir di Kemlu itu.

Belakangan diketahui sepeda motor itu milik Dono Sutoto. Dia tengah mengurus paspor dan permit exit kementerian tersebut.

Dia mengaku sempat mengira bukan sepeda motornya yang terbakar di parkiran Kemlu.

"Jam satu parkir. Kejadian jam setengah dua. Saya santai saja ada kebakaran motor, kirain bukan motor saya. Terus saya langsung ikut madamin," kata Dono kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Dono juga menyatakan bahwa dia tak menyimpan barang elektronik di bawah jok sepeda motornya.

4 dari 5 halaman

3. Pohon Sengon Biang Kerok Mati Listrik Massal?

Pohon yang diduga menyebabkan mati listrik massal
Pohon yang diduga menyebabkan mati listrik massal Minggu 4 Agustus 2019. (dok PLN)

Siang itu, Minggu, 4 Agustus 2019, tiba-tiba aliran listrik mati. Sebagian Jabodetabek lumpuh. Layanan publik hingga sejumlah transportasi yang mengandalkan listrik, terhenti. Tak hanya satu atau dua jam, listrik padam hingga 12 jam.

PT PLN Persero menggandeng Bareskrim Polri untuk menginvestigasi gangguan listrik yang menyebabkan mati lampu secara serentak di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah pada Minggu 4 Agustus 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya unsur pidana dalam insiden mati lampu di hampir separuh Pulau Jawa itu.

Dedi curiga ada unsur kesengajaan pada pemadaman listrik yang merugikan jutaan masyarakat itu. Kepolisian berkaca pada kasus gangguan listrik pada 2012 lalu. 

Namun, hipotesis itu terpatahkan setelah polisi turun ke lapangan.

Hasil investigasi mengungkap, mati listrik tersebut diduga dipicu oleh pohon yang ada di sekitar jaringan. Belum jelas pohon apa yang menjadi diperkarakan. Namun, pohon sengon disebut-sebut sebagai si biang kerok itu.

Belakangan Plt Direktur Utama PT PLN (Persero), Sripeni Inten Cahyani memastikan bahwa penyebab utama pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten bukan karena pohon.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓