Momentum Idul Adha, Ketum Muhammadiyah Minta Elite Politik 'Berkurban'

Oleh Liputan6.com pada 11 Agu 2019, 14:43 WIB
Diperbarui 11 Agu 2019, 14:43 WIB
Haedar Nashir

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir meminta elite politik ikut 'berkurban' mengikuti teladan Nabi Ibrahim dan Ismail dalam historis perayaan Idul Adha.

"Saatnya para pemimpin ‘berkurban’ sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail," kata Haedar dalam khutbah shalat Idul Adha di lapangan Masjid Agung Al Azhar Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Berkorban bagi para elite politik ialah mengesampingkan ego dan kepentingan dalam sistem politik pemerintahan dan berfokus menyejahterakan masyarakat.

"Yang muncul sekarang itu kan egoisme para elite. Bisa kita lihat sekarang. Pascapilpres, pascapileg itu elite bukan berpikir bangsa ini mau dibawa kemana tetapi satu sama lain saling berebut kursi," kata Haedar.

Dia mengakui bahwa memang dalam berpolitik terdapat kepentingan terkait siapa dapat apa, kapan dan bagaimana caranya. Namun dirinya mengingatkan para elite juga harus memikirkan kepentingan bangsa

"Tetapi kan kita ini Bangsa Indonesia, katanya punya Pancasila, katanya religius, mestinya menyadarkan para elite bahwa bangsa kita ini problemnya banyak, kesenjangan sosial masih tinggi. Harus ada jiwa kepedulian terhadap keadaan jangan menikmati dan berebut kekuasaan tanpa hati," kata dia dikutip dari Antara.

Haedar Nasir menyebut kondisi seperti ini penting untuk menjadi pelajaran agar bangsa Indonesia, terlebih para pemimpin dan elit politik, naik kelas secara peradaban agar tidak ribut dalam hal-hal yang sifatnya kekuasaan.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓