Cerita Pedagang Hewan Kurban di Pasar Minggu Agar Dagangannya Laris

Oleh Ady Anugrahadi pada 10 Agu 2019, 20:42 WIB
Diperbarui 12 Agu 2019, 11:14 WIB
Pedagang hewan kurban di kawasan Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019).

Liputan6.com, Jakarta - Pedagang hewan kurban mengaku bersyukur penjualannya meningkat dibandingkan tahun lalu. Begitulah yang dirasakan salah satu pedagang, bernama Imam.

Imam membuka lapak di kawasan Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia memanfaatkan lahan kosong untuk menaruh sapi dan kambing.

Tahun ini, Imam mendatangkan, 126 ekor kambing dan 24 ekor sapi dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah sebagai hewan kurban. Jumlahnya tentu lebih banyak ketimbang tahun 2018 kemarin.

"Tahun lalu lebih sedikit cuma 90 ekor kambing dan 20 ekor sapi," ujar dia saat ditemui, Sabtu (10/8/2019).

Hal itu kata Imam, karena Idul Adha tahun ini kebanjiran pesanan hewan kurban. Sejak H-3 pembeli mulai ramai berdatangan ke lapak miliknya.

"Alhamdulilah penjualan bagus dari pada tahun kemarin. Bagus maksudnya lebih laku," ujar dia.

2 of 3

Pembeli Adalah Raja

Bagi Imam, pembeli adalah raja. Imam berupaya memberikan pelayanan yang terbaik. Agar langanannya semakin tahun terus bertambah.

"Jualan kaya begini kalau tidak punya pelanggan repot. Kalau cuma ngandelin orang lewat untuk beli susah. Makanya sekali adanya beli kita kasih service terbaik, terus kita jaga kualitas juga," ujar dia.

"Nanti dari mulut ke mulut orang pasti ikut promosikan," sambung dia.

Imam menjual hewan kurban dengan harga yang bervariasi. Paling murah untuk satu ekor kambing dibandrol dengan harga Rp 2 juta. Sementara sapi, dengan harga Rp 19 juta.

"Harga dari Rp 2 juta sampai 5 juta. Dan sapi Rp 19 juta sampai Rp 24 juta," ujar dia.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by