Kemenkominfo: Konten Porno dan Radikal Sama Berbahaya

Oleh Yopi Makdori pada 10 Agu 2019, 20:58 WIB
Diperbarui 10 Agu 2019, 20:58 WIB
Ditegur Kominfo YouTuber Kimi Hime Akan Kenakan Pakaian Tertutup
Perbesar
Kuasa Hukum didampingi YouTuber Kimi Hime memberi keterangan pers terkait konten youtube yang di blokir Kominfo di Jakarta, Jumat (2/8/2019). Kimi Hime akan mempertimbangkan mengenakan pakaian yang lebih tertutup saat membuat konten YouTube miliknya. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Informasi dan Telematika (Kominfo), Ferdinandus Setu menyampaikan bahwa konten-konten yang beraroma ekstremisme maupun pornografi sama berbahayanya bagi anak muda Indonesia.

"Kalau saya melihat ini sama-sama berbahaya, radikalisme dan terorisme itu berbahaya, sama berbahayanya dengan pornografi," kata Ferdinandus di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).

Menurut dia, konten-konten asusila di Indonesia juga cukup mengkhawatirkan. Jika hal ini dibiarkan, maka akan turut pula merusak generasi bangsa.

"Beberapa waktu lalu kami juga meng-take down Youtuber Kimi Hime misalnya," ungkap Ferdinandus.

Begitu pula dengan konten-konten yang berbau ekstremisme, menurutnya konten tersebut bisa mengancam ketahanan negara.

"Jika anak Indonesia terpapar terorisme artinya cinta terhadap bangsa, cinta terhadap Indonesia, cinta kepada rakyat Indonesia itu menjadi lemah," kata Ferdinandus.

2 dari 3 halaman

Tetap dalam Koridor Hukum

Menurut dia, anak mudah Indonesia boleh melakukan apa saja di internet, asalkan selalu berpatokan dalam koridor hukum.

"Selalu tetap dalam koridor hukum. Koridor kita sebagai bangsa dan negara," tutup Ferdinandus.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓