Dukung Milenial Lebih Produktif, GrabBike Luncurkan Kampanye #AntiNgaret di Indonesia

Oleh Gilar Ramdhani pada 08 Agu 2019, 17:15 WIB
Diperbarui 08 Agu 2019, 18:17 WIB
Dukung Milenial Lebih Produktif, GrabBike Luncurkan Kampanye #AntiNgaret di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Perilaku ngaret atau suka merenggangkan waktu alias datang terlambat memang telah menjadi kebiasaan yang sulit dihindari. Namun tidak sedikit orang yang berusaha ingin berubah dan tidak mau terus-terusan terjebak dalam kebiasaan mengulur waktu. Mereka yang berjuang untuk tepat waktu dan tidak ngaret, oleh Grab disebut sebagai pejuang #AntiNgaret. 

 

Untuk mendukung para pejuang #AntiNgaret agar lebih tepat waktu dalam mengejar berbagai hal yang berarti dan mampu meningkatkan produktivitasnya, Grab melalui layanan transportasi roda duanya yakni GrabBike menghadirkan kampanye #AntiNgaret.

"Grab menjadikan GrabBike sebagai armada pendukung untuk mereka yang terus mengejar berbagai hal yang berarti, tentunya dengan ketepatan waktu penjemputan. Dengan jumlah armada yang memadai serta informasimengenai estimasi waktu kedatangan mitra pengemudi saat memesan, pengguna dapat tiba di tujuan dengan lebih cepat,” ujar Daniel Van Leeuwen, General Manager Marketing Grab Indonesia.

Terdapat empat kemudahan yang dihadirkan oleh GrabBike agar pelanggan dapat lebih memaksimalkan waktu mereka, dan mendapatkan armada GrabBike lebih cepat!

1. 5 Juta Titik Jemput untuk penjemputan lebih akurat

Grab memiliki tim pemetaan khusus, yang bertugas mengidentifikasi dan menciptakan titik penjemputan baru di berbagai lokasi di Indonesia. Di Indonesia, ada lebih dari 5 juta pilihan titik penjemputan bagi pengguna Grab. Penumpang bisa memesan GrabBike lebih mudah dan bertemu dengan mitra pengemudi lebih cepat, karena dapat langsung memilih titik penjemputan dengan deskripsi lokasi yang lengkap.

2. Venues untuk mendapatkan panduan visual menuju titik jemput terdekat

Untuk memudahkan penumpang menuju lokasi jemput, Grab menghadirkan fitur Venues dalam aplikasi Grab. Venues memberikan penumpang panduan visual (foto) dan teks untuk dapat menuju titik jemput terdekat dengan mereka, yang dapat diakses setelahmereka mendapatkan alokasi kendaraan.

3. “Saved Places” untuk pemesanan lebih cepat

 

Dukung Milenial Lebih Produktif, GrabBike Luncurkan Kampanye #AntiNgaret di Indonesia
Foto: Grab Indonesia

Penumpang dapat mendaftarkan atau menyimpan berbagai tempat yang sering mereka kunjungi pada aplikasi Grab. Penumpang bisa memilih alamat lengkap serta titik jemput untuk disimpan pada aplikasi.

Mereka juga bisa memberikan nama lokasi ini sesuai kebutuhan, seperti ‘Rumah’, ‘Kantor’, ‘Sekolah’ dan lainnya. Lokasi-lokasi ini akan tersimpan dalam aplikasi Grab dan pelanggan hanya perlu memilih titik jemput ini pada saat melakukan pemesanan. Hal ini diharapkan dapat membuat proses pemesanan menjadi lebih cepat!

4. Gunakan Layanan GrabNow untuk kecepatan mendapatkan pengemudi

Layanan ini memampukan penumpang untuk mendapatkan mitra pengemudi yang ada didekat mereka! Sangat cocok digunakan ketika melakukan pemesanan di terminal atau stasiun dengan banyak armada GrabBike yang siap mengambil pesanan.

Penumpang cukup mendekati mitra pengemudi yang sedang tidak mengambil pesanan, masukan 6 digit kode dari aplikasi pengemudi untuk menghubungkan dan siap berangkat!

Selain 4 kemudahan di atas, Grab juga memiliki lebih dari 90 orang tim pemetaan di Indonesia yang akan membuat perjalanan para pejuang #AntiNgaret dengan GrabBike menjadi lebih optimal. Tim tersebut bertugas membangun point of interest (POI) dan titik hijau sebagai lokasi penjemputan untuk memudahkan proses perjalanan mitra pengemudi dan penumpang Grab. Sehingga rute yangdiarahkan juga lebih efisien dan estimasi waktu tiba menjadi lebih akurat.

Dikatakan oleh Daniel, kampanye #AntiNgaret ini sejalan dengan misi baru Grab untuk mendorong Indonesia maju dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan akses kepada layanan harian berkualitas tinggi dan juga aman.

Grab menyediakan layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara di 338 kota yang tersebar di 8 negara dengan lebih dari 152 juta unduhan aplikasi, termasuk Indonesia tempat Grab beroperasi di 224 kota dari Sabang hingga Merauke.

 

(*)