Tim Khusus Kasus Mati Listrik Massal Kebut Sepekan Hasil Investigasi

Oleh Nanda Perdana Putra pada 08 Agu 2019, 14:20 WIB
Diperbarui 09 Agu 2019, 18:15 WIB
Kabiropenmas Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo

Liputan6.com, Jakarta - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan keseriusannya mengungkap kasus mati listrik massal pada Minggu, 4 Agustus 2019. Tim khusus yang dibentuk Polri pun mengejar hasil investigasi selama sepekan pertama.

"Waktu tim bekerja dua minggu, dibagi jadi dua tahap. Minggu pertama kalau sudah berhasil melalui assessment penyebab awal terjadinya blackout, nanti akan disampaikan. Dari mulai hari ini," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/7/2019).

Menurut Dedi, tim laboratorium forensik di TKP telah meneliti soal pembagian beban listrik Ungaran. Dugaan sementara benar bahwa ada flash, lompatan listrik, dan gangguan akibat pohon.

"Tim akan melakukan penelitian dari hulu, dari Ungaran dulu ada 225 pembangkit. Kemudian nanti jalurnya Jateng, Jabar, Banten, dan terakhir Jakarta. Yang terpenting jadi fokus tim investigasi di P2B Gandul," jelas dia.

Tim juga akan bekerja sama dengan tim PT PLN Persero memantau power plan per 30 menit di 225 pembangkit tersebut. Keseluruhannya diaudit, termasuk ke PLTU Suralaya dan Muara Karang.

"Untuk hasil komprehensifnya nanti Minggu kedua. Nanti diaudit semuanya itu, dari Ungaran sampai Jabar, kemudian Banten, kemudian Jakarta," Dedi menandaskan.

Sebelumnya, Polri akhirnya memilih untuk membentuk tim investigasi khusus dalam upaya pengungkapan kasus mati listrik massal yang terjadi pada Sabtu 4 Agustus 2019.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, tim akan dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipitter) Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran.

"Tim anggotanya kurang lebih ada 30 orang terdiri dari Dittipiter, kemudian Ditsiber," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

 

2 of 3

Pengalaman di Eropa

Polri Beberkan Penangkapan Terduga Teroris di Padang
Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo memberi keterangan terkait kelompok teroris ISIS di Sumatera Barat, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/7/2019). Terduga teroris hendak meledakkan bom di Mapolda Sumbar hingga di lapangan saat upacara 17 Agustus 2019 di Kota Padang.(Liputan6.com/JohanTallo)

Menurut Dedi, penyidik Ditsiber dilibatkan lantaran punya cukup wawasan dan pengalaman dalam kasus mati listrik di Eropa. Kala itu, blackout di sana terjadi lantaran adanya serangan siber.

"Sehingga nanti pada tahapan akhir, tim bekerja bisa menemukan apa yang menjadi faktor penyebab utama terjadinya blackout," jelas dia.

Menurutnya, Polri juga akan menggandeng para ahli dari berbagai pihak. Seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian ESDM, dan ahli dari luar negeri.

Bersama-sama, tim nantinya bekerja secara komperhensif. Mulai dari investigasi permasalahan di hulu sampai dengan hilir, hingga ada tidaknya pelanggaran hukum pidana ataupun administrasi.

"Tim akan menyampaikan, kalau misal ada hal dari penyelidikan bisa ditingkatkan ke penyidikan, maka dinaikkan," Dedi menandaskan.

Tim tersebut bekerja berdasarkan surat perintah (sprin) Kabareskrim Komjen Idham Azis. Tidak ada batas waktu untuk dalam melakukan investigasi kasus mati listrik massal tersebut.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓