Polri Telusuri Dugaan Adanya Sabotase di Kasus Mati Listrik Massal

Oleh Nanda Perdana Putra pada 07 Agu 2019, 10:03 WIB
Diperbarui 08 Agu 2019, 17:14 WIB
20150812-Pasukan Elite PLN-Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Hasil penyelidikan sementara polisi, pohon berketinggian melebihi ketentuan lah yang menyebabkan mati listrik massal, Minggu 4 Agustus 2019 lalu. Namun, Polri tetap menelusuri kemungkinan-kemungkinan lain yang menyebabkan mati lampu massal itu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, penelusuran ini termasuk pada dugaan adanya sabotase aliran listrik.

"Faktor human, itupun akan didalami. Sangat mungkin perbuatan melawan hukum, mungkin ada sabotase," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Menurut dia, hasil sementara dari keterangan empat saksi pihak PT PLN Persero menyatakan, faktor alam menjadi dugaan kuat penyebab terjadinya mati listrik massal.

"Kemarin dari Bareskrim sudah turun, melakukan pencegahan. Yang dilakukan untuk penyelidikan awal dari hasil keterangan empat petugas PT, salah satu faktornya penyebab utamanya alam. Karena diassesment juga dari Semarang, perbatasan Jateng," jelas dia.

Kasus ini, lanjut Dedi, tentunya membutuhkan proses yang kompleks dalam pengungkapan mati listrik massal. Termasuk perlunya bantuan para ahli.

"Artinya tim butuh proses yang cukup panjang. Dari bukan hanya dari Mabes, tapi juga pakar dan ahli sesuai kompetensi masing-masing. Dari investigasi itu, baru dibuat kesimpulan," Dedi menandaskan.

2 dari 3 halaman

Pohon Sengon

Pohon yang diduga menyebabkan mati listrik massal
Pohon yang diduga menyebabkan mati listrik massal Minggu 4 Agustus 2019. (dok PLN)

Sebelumnya, Minggu siang, tiba-tiba aliran listrik mati. Sebagian Jabodetabek lumpuh. Layanan publik hingga sejumlah transportasi yang mengandalkan listrik, terhenti.

Tak hanya satu atau dua jam, listrik padam hingga 12 jam.

PT PLN Persero menggandeng Bareskrim Polri untuk menginvestigasi gangguan listrik yang menyebabkan mati lampu secara serentak di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah pada Minggu 4 Agustus 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo curiga ada unsur kesengajaan pada pemadaman listrik yang merugikan jutaan masyarakat itu. Kepolisian berkaca pada kasus gangguan listrik pada 2012 lalu. 

"Ada kejadian unsur kesengajaan di situ (pada 2012). Ada orang lain. Ada tindak pidana. Karena kita punya case tahun 2012 sama kejadian seperti ini juga kita blackout, ada kejadian yang kita ungkap," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 5 Agustus 2019.

Namun, hipotesis itu terpatahkan setelah polisi turun ke lapangan.

Hasil investigasi mengungkap, mati listrik tersebut diduga dipicu oleh pohon yang ada di sekitar jaringan. Belum jelas pohon apa yang menjadi diperkarakan. Namun, pohon sengon disebut-sebut sebagai si biang kerok itu.

Dedi mengatakan, pohon tersebut memiliki ketinggian melebihi batas ruang bebas atau right of way (ROW) dengan jaringan listrik, yakni 8,5 meter.

"Kerusakan diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik," ucap Dedi.

Dia menyatakan, tim dari Polda Jawa Tengah telah mengecek ke tempat kejadian di tower transmisi, Desa Malom, Gunung Pati, Kabupaten Semarang. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓