Tjahjo Klaim Pemadaman Listrik Tak Mengganggu Kinerja Kemendagri

Oleh Fachrur Rozie pada 05 Agu 2019, 18:06 WIB
Diperbarui 05 Agu 2019, 18:16 WIB
Kemendagri Apresiasi KPU Akan Perbaiki DPT 60 Hari Kedepan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengeklaim, pemadaman listrik yang terjadi di hampir separuh Pulau Jawa sejak Minggu 4 Agutus 2019 siang tidak mengganggu aktivitas di kementeriannya.

Hingga Senin (5/8/2019) ini, pemadaman listrik tetap terjadi di beberapa wilayah di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat secara bergilir.

"Secara prinsip tidak ada laporan ya. Hasil monitoring yang dibuat Sekjen kami memantau khususnya DKI, Jawa Barat, tidak ada hal-hal yang sampai menimbulkan masalah," ujar Tjahjo di Gedung IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Tjahjo memastikan, jajarannya sudah memiliki perencanaan lain jika terjadi masalah pada sesuatu hal.

"Semua menyarankan untuk ada plan A, plan B, ini kan listrik menyangkut sumber daya, menyangkut aktivitas, semua hal saya kira kalau ada pemadaman atau kerusakan harus ada plan berikutnya," ucapnya.

Lebih lanjut, politikus PDIP itu memastikan pemadaman listrik tidak mengganggu perlindungan data kependudukan. "Saya kira enggak ada masalah," kata Tjahjo.

Ketika disinggung soal dorongan revisi UU ITE terkait perlindungan data penduduk, Tjahjo tak mempermasalahkannya. Menurut dia, revisi UU ada di bawah kewenangan DPR.

"Silakan, kalau memang itu domainya DPR ya, kami ikut, tapi kalau setiap warga negara harus dilindungi haknya khususnya menyangkut NIK sudah termasuk (dijamin) di UU. Di Google saja lolos kan, sampai dituntut Rp 17 triliun karena menjualbelikan, itu kan oknum, dan itu kejahatan," kata Tjahjo.

2 dari 2 halaman

Server Disdukcapil Kota Bogor Tak Bisa Diakses

Kantor Disdukcapil Kota Bogor
Pelayanan di Kantor Disdukcapil Kota Bogor, Jawa Barat terganggu imbas pemadaman listrik. (Achmad Sudarno/Liputan6.com)

Sejumlah kawasan di Bogor saat ini mengalami pemadaman bergilir pascajaringan listrik di sebagian besar wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat mati pada Minggu 4 Agustus 2019 kemarin.

Pemadaman listrik dalam skala besar ini menyebabkan pelayanan publik menjadi terganggu. Meski sudah menggunakan alat pembangkit listrik cadangan atau mesin genset, tetap saja timbul masalah baru.

Salah satunya pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor. Server milik Disdukcapil sampai saat ini tidak bisa terhubung ke database Kemendagri dampak pemadaman listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya.

"Server down, mungkin dampak listrik padam kemarin dan berlanjut hari ini. Kita pakai genset dan coba beberapa kali login ke server Kemendagri, ternyata tidak berhasil," ujar Kepala Bidang Penyajian Informasi Adminiatrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Bogor, Christina Ari Setyaningsih, Senin (5/8/2019).

Christina mengaku baru mengetahui adanya gangguan server database setelah menerima laporan dari salah satu pegawai Disdukcapil pagi tadi.

"Kemarin Minggu libur. Katanya kemarin listrik mati dan sempat menyala, kemudian mati lagi. Cuma saya datang ke kantor pagi tadi penerangan sudah pakai genset," ucapnya.

Akibat gangguan ini, petugas Disdukcapil tidak dapat mencetak maupun merekam data administrasi kependudukan. Kendati, pihaknya tetap menerima berkas kependudukan dari masyarakat.

"Untuk sementara layanan offline. Tapi kita tetap menerima berkas permohonan, sehingga setelah jaringan selesai diperbaiki dapat langsung dicetak," kata Christina.

Dia berharap server dapat diperbaiki dengan cepat, sehingga tugas pelayanan di Disdukcapil Kota Bogor tidak menumpuk.

Lanjutkan Membaca ↓