Kemenparekraf Ajak Japnas Bersama Garap Sektor Wisata Prioritas

Oleh Yusron Fahmi pada 25 Jun 2020, 13:22 WIB
Diperbarui 25 Jun 2020, 17:26 WIB
Labuan Bajo
Perbesar
Pemandangan Labuan Bajo dari atas Bukit Cinta (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak sejumlah pihak untuk mempersiapkan langkah pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor pariwisata.

Deputi IV Kemenparekraf Bidang Industri dan Investasi Fadjar Hutomo menyatakan, pemerintah tengah mendorong dan melaksanakan 8 agenda besar dalam strategi pemulihan ekonomi nasional Pasca Covid-19, yaitu akselerasi investasi, pemulihan industri dan perdagangan, pendalaman sektor keuangan, pemulihan pariwisata, penguatan sistem kesehatan nasional, perluasan program perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM.

"Dalam fokus jangka pendek 2021, Kementerian Parekraf terkait langsung dan bertanggung jawab pada dua area prioritas nasional dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial yaitu PN1 untuk memperkuat ketahanan ekonomi berkualitas dan berkeadilan serta PN3, meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing," ujarnya dalam webinar Kebijakan Pemerintah dan Dampaknya pada Potensi Investasi Sektor Parekraf, Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Dalam pelaksanaannya, berbagai langkah mulai dilakukan seperti reaktivasi pasar wisatawan, baik domestik dan mancanegara, percepatan 5 destinasi super prioritas (Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, Likupang) dan 5 DSP berikutnya (BTS, Wakatobi, Bangka Belitung, Raja Ampat, Morotai), pengembangan Benoa, penambahan flight seat hingga re-skilling, up-skilling dan standarisasi kualitas destinasi wisata.

"Kemenparekraf berharap sebanyak mungkin pihak, khususnya komunitas-komunitas dunia usaha seperti Japnas (jaringan pengusaha nasional) dapat bekerjasama dalam pelaksanaan program - program tersebut," ujarnya.

Pemahaman Japnas pada para pelaku dunia usaha sangat penting untuk membantu pemerintah dalam melakukan identifikasi dan pelaksanaan program satu data di area dunia usaha.

2 dari 2 halaman

Sambut Baik

Ketua Harian Japnas Widiyanto Saputro menyambut baik langkah Kemenparekraf tersebut. Pihaknya siap bersinergi bersama. Saat ini tercatat sekitar 2.000 anggota Japnas, yang masing-masing terhubung langsung pada rata-rata 20 pengusaha lain baik sebagai mitra, supplier, distributor maupun reseller. 

"Informasi atas beragam kemudahan dari pemerintah yang disampaikan dalam acara ini seperti bantuan pembiayaan legalitas usaha, HKI, modal kerja dan lainnya, sangat ditunggu para pelaku usaha, termasuk juga pengusaha di Japnas," ujarnya.

Ketua Umum Japnas Jawa Timur M Supriyadi menambahkan, webinar ini merupakan kegaiatan yang rutin dilakukan pihaknya. Selain Kemenparekraf, pihaknya juga menggandeng Kementerian Desa dan  Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Dan juga Kementerian KUKM. Kegiatan yang sama juga dilakukan bersama kepala daerah seperti Gubernur Jawa Timur, beberapa Bupati, juga duta-duta besar negara sahabat.

Lanjutkan Membaca ↓