Udara Jakarta Buruk, Jokowi: Perbanyak Transportasi Listrik

Oleh Lizsa Egeham pada 01 Agu 2019, 11:05 WIB
Diperbarui 02 Agu 2019, 21:14 WIB
Presiden Jokowi

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi menyatakan salah satu solusi untuk mengurangi polusi udara di Ibukota Jakarta dengan mendorong transportasi umum berbasis listrik. Usulan ini akan disampaikan Jokowi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ya mestinya sudah dimulai, kita harus mulai segera, paling tidak transportasi umum, bus-bus (listrik). Nanti akan saya sampaikan ke gubernur, bus-bus listrik, taksi listrik, sepeda motor yang kita udah bisa produksi,mulai listrik," ujar Jokowi di Statiun MRT Bundaran HI Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).

Menurut dia, penerapan Elektronik Road Pricing (ERP) bisa menjadi solusi untuk mengatasi polusi udara di Jakarta. Dengan begitu, masyarakat tak memiliki pilihan selain menggunakan transportasi umum.

Namun, terkait cara agar warga Jakarta menggunakan tranportasi umum, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada Anies.

"Skemanya seperti apa? Terserah kepada gubernur. Apakah lewat elektronik road pricing, yang segera dimulai, sehingga orang mau tidak mau harus masuk ke trasportasi umum massal," jelasnya.

Mantan Walikota Solo itu menuturkan dalam waktu dekat dirinya akan segera meneken peraturan presiden tentang mobil listrik. Jokowi berharap begitu perpres ini terbit, pengembangan mobil listrik dapat dimulai.

"Kita juga bisa menyiapkan infrastruktur dalam rangka menunjang mobil listrik ini. Saya kira kedepan semua negara mengarah kesana, semuanya. Enggak polusi, penggunaan bahan bakar non fosil, arahnya kesana," tutur Jokowi.

2 of 3

Kategori Tidak Sehat

Penampakan Polusi Udara di Langit Jakarta
Penampakan polusi udara di langit Jakarta Utara, Senin (29/7/2019). Buruknya kualitas udara Ibu Kota disebabkan jumlah kendaraan, industri, debu jalanan, rumah tangga, pembakaran sampah, pembangunan konstruksi bangunan, dan Pelabuhan Tanjung Priok. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kualitas udara di wilayah Jakarta pada Selasa 30 Juli 2019 pagi ini masuk kategori tidak sehat. Pada pukul 06.00 WIB pagi, tercatat 189 dengan parameter PM2.5 konsentrasi 128,4 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Bahkan, kualitas udara di wilayah Pejaten Barat, Jakarta Selatan lebih buruk lagi, yakni mencapai 197 dengan parameter PM2.5 konsentrasi 144,7 ug/m3.

Dilansir Antara, kualitas udara kotor juga terpantau di Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat dengan angka 180 parameter PM2.5 konsentrasi 144,7 ug/m3 atau kategori tidak sehat.

Dengan angka itu untuk rata-rata wilayah, kualitas udara Jakarta pagi ini masuk kategori tidak sehat dan bisa meningkatkan gangguan pada jantung serta paru-paru.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by