Jurus Anies Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Oleh Muhammad Ali pada 31 Jul 2019, 09:17 WIB
Diperbarui 31 Jul 2019, 09:17 WIB

Fokus, Jakarta - Dari indikator di situs AirVisual, kualitas udara Jakarta berada di kategori tidak sehat. Terutama di wilayah jalan tol. Menurut data situs AirVisual 31 Juli 2019, kualitas udara paling buruk di Kota Jakarta, berada pada wilayah Pejaten Barat pada posisi 176.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (31/7/2019), lalu diikuti Jakarta Selatan, Mangga Dua, Pegadungan, Rawamangun, dan Jakarta Pusat.

Saat ditemui di Masjid Jakarta Islamic Centre, Cilincing, Jakarta Utara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti polusi udara di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang cukup tinggi meski berada di zona minim kegiatan atau jauh dari pusat perbelanjaan.

Anies mencurigai hal itu disebabkan aktivitas kendaraan berat di Tol JORR pada malam hari. Maka itu, Anies berencana akan melakukan uji emisi terhadap kendaraan berat yang masuk ke Jakarta.

"Kendaraan-kendaraan besar yang masuk ke Jakarta kita akan uji emisi dan kita pastikan aman," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT, Tri Handoko Seto, meminta kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta agar membuat kebijakan guna mengurangi jumlah kendaraan bermotor di Jakarta, sehingga tingkat polusi udara dapat dikurangi secara signifikan.

Beradasarkan pantauan situs AirVisual 31 Juli 2019, indeks kualitas (air quality index) Kota Jakarta berada pada posisi 167, sedikit lebih baik dibandingkan kota Ulaanbaatar di Mongolia. (Rio Audhitama Sihombing)