Golkar Dinilai Bisa Turun Kasta Jika Terus Ikut Bermanuver Politik

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 31 Jul 2019, 05:28 WIB
Diperbarui 01 Agu 2019, 01:15 WIB
Didampingi Airlangga, Wapres Jusuf Kalla Hadiri Penutupan Munaslub Partai Golkar

Liputan6.com, Jakarta - Pertemuan Partai Golkar dengan Partai NasDem, serta PPP dan PKB, dipandang membuat partai berlambang pohon beringin itu bisa turun kasta. Menempati posisi kedua di Pemilu 2019, hendaknya membuat partai itu mendapati tempat lebih, atau punya nilai tawar.

Partai pimpinan Airlangga Hartarto itu disebutkan, seharusnya Gplkar bisa sejajar dengan Gerindra. Bukan ikut-ikutan bermanuver.

"Hari ini yang masuk sebagai partai besar justru Gerindra. Harusnya ketum Golkar ini levelnya sama dengan PDIP dan Gerindra," ucap pengamat politik Satyo Purwanto saat dikonfirmasi, Selasa (30/7/2019).

Dia menegaskan, seharusnya dengan posisi Golkar sekarang, mereka yang bisa menentukan arah.

"Seharusnya Golkar yang berada di posisi kedua di Pileg, dia seharusnya bisa menentukan arahnya ke mana. Jadi Golkar bisa jadi katalisator," ungkap Satyo.

Sementara itu, Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet, mengingatkan agar para elite politik ketika berbicara politik dan demokrasi jangan hanya berbicara tentang kekuasaan semata. Masih banyak yang harus dibahas.

"Persoalan serius yang saat ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak adalah ancaman terhadap ideologi Pancasila. Seperti maraknya paham khilafah, radikalisme dan intoleransi," ungkap Bamsoet.

Dia menuturkan, persaingan politik itu harus tetap pada tataran etika politik yang berdasarkan ideologi bangsa.

"Sekeras apapun persaingan politik harus tetap dalam koridor hukum dan etika politik berdasarkan ideologi Pancasila," jelasnya.

 

2 of 3

Dinamika Partai

Lewat Aplikasi SaksiKu, Ketum Golkar Pantau Perolehan Suara di TPS
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai melakukan pemantauan Aplikasi Android SaksiKu untuk Saksi Partai Golkar di TPS pada Pemilu 2019 di Jakarta, Selasa (16/4). Airlangga melakukan pengecekan video conference dengan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Se-Indonesia. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara itu, Wasekjen Partai Golkar Christina Ariani memandang, dinamika konflik di partainya kini hal yang biasa. Jika dikelola dengan baik, maka bisa menjadi partai yang lebih baik lagi

"Bisa dikelola, dan kita survive, itu menjadi lebih baik lagi," kata Christina.

Soal banyaknya aspirasi untuk Golkar, itu semua dihargai. Sehingga tak perlu digoreng terus menerus. Cukup menunggu Munas saja.

"Semua kita dorong untuk maju. Banyak, ada teman saya Mensos (Agus Gumiwang) potensi untuk maju. Ada Bamsoet punya potensi untuk maju," tutur Christina.

Karenanya, ia meminta isu pola manajemen kepemimpinan Golkar jangan terlalu digoreng terus. Khususnya dibawah Airlangga.

"Karena kami di dalam juga besok, juga pasti ketawa-ketawa lagi, setelah semua ini lewat," pungkasnya.

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by