Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, JK: Tantangan untuk Anies

Oleh Liputan6.com pada 30 Jul 2019, 14:34 WIB
Diperbarui 01 Agu 2019, 07:14 WIB
Penampakan Polusi Udara di Langit Jakarta

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, kualitas udara di Jakarta menjadi tantangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ya itu tantangan untuk gubernur dan kita semua,'' kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (30/7/2019).

Dilansir AirVisual di situsnya, Selasa (30/7) pukul 13.13 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 162. Artinya kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Ranking polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Dia menjelaskan, solusi mengurangi polusi udara Jakarta yaitu dengan cara mengurangi menggunakan mobil agar mengurai kemacetan. Kemudian di masa yang akan datang, juga harus mengunakan emisi yang kecil.

''Kalau laporannya mengatakan sebagian besar udara yang jelek karena kendaraan, jadi ada hubungannya dengan kemacetan, ada hubungannya dengan begitu banyak orang pakai mobil,'' kata JK.

2 of 2

Sudah Ada Aturan

JK menjelaskan bukan hanya menjadi tantangan Anies, namun perlu ada gerakan bersama untuk mengurangi polusi. Dia mencontohkan dengan cara mengurangi kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum.

"Ini kan perilaku. Mau apapun gubernurnya kalau perilaku susah. Aturan soal ganjil genap, itu juga mengurangi kendaraan. Kemudian MRT, LRT, itu mengurangi kendaraan. Itu sudah ada. Tapi orang lebih tenang pakai mobil termasuk saya,'' ungkap JK.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin 

Lanjutkan Membaca ↓