Wawancara Khusus Jusuf Kalla: Pekerjaan Berat Jokowi - Ma'ruf Masalah Ekonomi

Oleh Liputan6.com pada 30 Jul 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 30 Jul 2019, 13:00 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla
Perbesar
Wakil Presiden Jusuf Kalla bicara soal hari terakhirnya mendampingi Presiden Joko Widodo. JK membeberkan tugas pemerintah lima tahun ke depan sampai dengan rencana setelah tidak menjabat wakil presiden

Liputan6.com, Jakarta - Jusuf Kalla (JK) dipastikan akan lengser dari kursi wakil presiden pada Oktober 2019 mendatang. Mantan Ketua umum Ketua Umum Partai Golkar itu akan menyerahkan tongkat estafet wapres ke Ma'ruf Amin yang akan mendampingi Presiden Jokowi lima tahun ke depan.

Lima tahun menemani Jokowi, JK mengaku banyak capaian yang dilakukan seperti di sektor infrastruktur, pertanian dan lainnya. Namun, diakuinya, ada juga hal-hal yang perlu dilanjutkan dan dikembangkan pada pemerintahan mendatang. 

Pensiun dari kursi wapres, bukan berarti tak ada aktifitas. JK mengaku sudah menyiapkan sejumlah agenda yang akan dilakukan usai lepas jabatan nanti. Pria asal Makassar itu membeber sejumlah rencana yang akan dilakukan setelah tak lagi menjabat.

Seperti apa capaian dan langkah-langkah JK usai tak lagi jadi wapres nanti, berikut wawancara khusus tim Liputan6.com dengan JK di kantornya, Jumat 26 Juli 2019.  

Pak JK Kelihatan lebih segar, apa ada hubungannya dengan mau selesai? 

Alhamdulillah, ya tentu agak lebih santailah.

Jelang akhir jabatan, pekerjaan lebih sedikit atau lebih banyak?

Sama saja. Tapi lebih banyak yang harus diselesaikan.

Apa capaian Jokowi-JK lima tahun ini?

Sudah banyak. Lebih banyak infrastruktur, pertanian. Terus juga perdagangan seperti ekspor, impor. Tapi tantangan-tantangan itu tidak akan pernah selesai karena pasti ada tantangan.

Apa tugas terberat yang sudah dilalui Pak JK? 

Saya pikir tidak ada. Kita dapat selesaikan dengan baik soal politik atau apapun itu, lebih damai lah. Dari sisi ekonomi kita dapat atasi. Dari sisi pertanian juga dapat kita kuasai.

Banyak yang menganggap pilpres 2019 melelahkan dibanding 2014, tanggapan Bapak?

Saya sih tidak karena saya tidak ikut lagi. (Pemilu) 2014 kampanyenya hanya 2 bulan sedangkan ini 7 bulan. Itu waktu yang panjang, keliling kemana-mana serta masyarakat lebih semangat. Dalam arti kata ini juga efek-efek sosial dan konflik sosial walaupun tidak terjadi korban, setidak-tidaknya media, media sosial. Tapi Alhamdulilah sekarang tidak.

Apakah itu efek polarisasi adanya kubu 01 atau 02?

Oh jelas, setiap Pemilu pasti ada itu. Tahun 2014, tahun 2009 setelah itu ada polarisasi. Tapi ini memang lebih tajam karena membawa isu agama dan sebagainya, sehingga masyarakat terpolarisasi dari berbagai identitas. Tapi sekali lagi, ini bisa terjadi di negara manapun. Lihat di Amerika, Inggris dan di negara lain. Tapi karena kita membawa isu agama lebih keras maka risikonya bisa terjadi. Tapi sekarang sudah surut.

Bisakah wapres terpilih KH Maruf Amin meredam polarisasi?

Ya, kita harapkan begitu. Tapi kita liat lagi perkembangannya. Kita optimis dapat memperbaiki lebih lagi, kita tunggu aja hasilnya.

Pak JK terlihat akrab waktu bertemu Ma'ruf Amin, apa yang diobrolin?

Ya, saya memberi informasi seperti apa hak-haknya, apa tantangan-tantangannya, apa yang akan dilakukan, serta rutinitas sehari-hari.

Apa yang Bapak sampaikan ke Pak Ma'ruf Amin sebagai prioritas?

Kita siapkan laporan tugaslah untuk dipelajari Pak Maruf. apa yang diprogram selama ini, apa yang akan dilakukan dan yang harus dilakukan, semuanya lengkap itu.

 

2 dari 3 halaman

Kegiatan Sosial dan Menteri Muda

Jusuf Kalla
Perbesar
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Liputan6.com/JohanTallo)

Masalah apa yang harus segera di selesaikan Jokowi-Ma'ruf Amin saat menjabat nanti?

Yang paling esensial ya pasti ekonomi. Ekonomi kan cepat berubah-ubah, selain itu dunia juga mengalami gejolak akibat kebijakan Amerika, kan gitu.

Soal koalisi, baiknya gemuk atau kurus?

Ya tergantung Pak Jokowi. Kalau di 2014 koalisi pendukung Jokowi-JK karena kecil koalisinya di DPR kita jadi minoritas, dan itu berat kan awal-awalnya. Sekarang yang menang pemilu menjadi ketua DPR. Dulu kan saya cuman ada tiga (parpol) sehingga saya mengajak partai lain bergabung. Akhirnya masuk Golkar, PPP, PAN dan setelah itu sudah 60 persen. Sudah mayoritas.

Jokowi-Maruf didukung kursi mayoritas di DPR, apakah itu akan mudah dalam tugasnya?

Oh ya tentu. Namun tentu ada pertimbangan sisi lain. Saya lihat juga dari koalisi yang sekarang ada sisi keberatan, ya kita lihat saja nanti itu, keputusannya ada di tangan Jokowi.

Tanggapan atas pertemuan Megawati-Prabowo dan Surya Paloh-Anies Baswedan?

Bu Mega di 2009 berpasangan dengan Pak Prabowo jadi mereka itu bukan pertemuan yang baru, kan mereka berpasangan. Jadi pertemuan itu wajar saja apalagi kalau sudah dalam posisi yang seperti ini.

Setelah tak lagi jadi wapres, apakah masih akan berkecimpung di dunia politik?

Insyallah saya tidak berkecimpung secara langsung. Saya akan mengurus urusan sosial, keagamaan dan pendidikan.

Terus mendukung pemerintahan?

Tentu saja.

Ada pesan khusus untuk  masyarakat?

Masyarakat telah menentukan pilihannya, tapi dalam kondisi sekarang ini kita menjadi bangsa yang bersatu kembali dan tidak ada lagi polarisasi. Y ang menang pun sudah berkata bahwa akan menjadi pemimpin untuk semuanya. Karena itu masyarakat agar mengikuti arah pembangunan yang baik, jujur dan terintegrasi dengan baik.

Bapak sering bilang entrepreur digadang-gadang jangan jadi menteri, bukanya management leadership mereka bagus?

Banyak orang yang berhasil (jadi entrepreneur), karena itu masih panjang, kita harus lihat yang tangguh jangan lihat yang menarik lagi. Memang menteri itu penting tapi harus orang berpengalaman juga

Artinya bukan karena muda?

Bukan, kalau yang muda-muda bolehlah di pemerintahan, pimpinan daerah, khusus enterprenuer yang sudah berhasil.

Soal pemimpin muda 2024 namanya sudah banyak muncul, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Puan Maharani, Mas AHY. Mereka disebut potensial maju di 2024? 

Biasa saja dan itu bisa darimana saja, tapi yang itu punya kans yang besar. Dan mungkin nanti bisa juga jadi yang lain.

ya, muda tua banyak sekali mereka berkisar ada sekitar (usia) 20-an, sekitar 40. Pada 5 tahun mendatang sudah masuk 45 tahun. Sama Pak Jokowi juga muda pada waktunya. Pak Jokowi kan munculnya kurang dari setahun, artinya bisa kemungkinanan muncul calon yang kita tidak duga sekarang, bisa dari mana saja.

Pesan untuk politisi muda?

Pertama, perlu kerja keras di bidang masing-masing. Unsur semangat dan kejujuran sangat penting, jadi hati-hatilah yang terpilih DPR. Kedua, menjadi politisi legislatif tidak mudah mendengarkan dan itu tidak mudah. Jadi harus naik terus karirnya seperti gubernur dan lainnya.

(Liputan6.com/Reynaldi Hasan)

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓