Kualitas Udara Jakarta Buruk, Walhi Sentil Pemprov DKI

Oleh Muhammad Ali pada 29 Jul 2019, 07:24 WIB
Diperbarui 29 Jul 2019, 08:47 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rilis terbarunya, Airvisual mengkategorikan indeks kualitas udara di Jakarta termasuk tidak sehat. Buruknya kualitas udara di Ibu Kota disebabkan sejumlah hal, seperti polusi dari kendaraan, industri, debu jalanan, rumah tangga, pembakaran sampah, dan pembangunan konstruksi bangunan.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (29/7/2019), warga berharap pemerintah segera melakukan langkah antisipasi mengingat buruknya kualitas udara sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Walhi melihat sejauh ini belum ada respons serius dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatasi persoalanya buruknya kualitas udara di Ibu Kota.

"Belum ada upaya signifikan dari pemerintah untuk melakukan respon cepat atas kejadian ini. Masyakarakat terus terpapar udara buruk, harusnya pemerintah memberikan informasi kepada masyarakat tentang kualitas udara. Kemudian melakukan imbauan kepada publik apa saja yang harus dilakukan," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Tubagus Soleh Ahmadi.

Setiap hari ada sembilan juta mobil dan 21 juta sepeda motor yang melintas di Jakarta dan sekitar. Warga diimbau meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik agar polusi udara di Ibu Kota bisa berkurang.