Jokowi: Nama-nama Calon Menteri Sudah Mulai Masuk

Oleh Liputan6.com pada 28 Jul 2019, 18:27 WIB
Diperbarui 29 Jul 2019, 20:14 WIB
Bersama Ma"ruf Amin, Jokowi Sampaikan Pidato Visi Indonesia

Liputan6.com, Sukoharjo - Presiden Jokowi mengaku, sudah menerima sejumlah nama calon menteri untuk Kabinet Kerja Jilid 2. Hal ini diungkapkan Jokowi usai mengunjungi rumah makan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Jokowi pun mengaku tak masalah jika makin banyak nama calon menteri yang disodorkan kepadanya.

"Pembentukan kabinet belum, tetapi sudah mulai masuk nama-nama calon itu, dan terus semakin banyak mengumpulkan pilihan-pilihan memilihnya akan menjadi semakin mudah," kata Jokowi seperti dilansir dari Antara, Minggu (28/7/2019).

Jokowi mengatakan, banyaknya usulan nama-nama calon menteri akan semakin baik. Sebab, nantinya banyak alternatif yang bakal dipilih menjadi menteri.

Ia mengungkapkan, kabinet kerja periode mendatang akan banyak diisi oleh tenaga muda-muda. Hal ini, sekaligus merespons perkembangan zaman yang kian cepat dan energik.

Jokowi menyampaikan bahwa pihaknya belum berencana merampingkan susunan kabinet untuk periode mendatang. Menurutnya, pembahasan saat ini masih seputar nama-nama calon menteri yang diusulkan.

2 of 3

Ingin Menteri Berani

Jokowi Gelar Ratas Persiapan OOC 2018
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Istana Bogor, Senin (22/10).Ratas tersebut membahas persiapan OOC (Our Ocean Conference 2018) yang akan di selenggarakan di Bali. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku sudah mempersiapkan menteri yang berani untuk memimpin lembaga dan kementerian. Tujuannya, agar meningkatkan kinerja para aparatur sipil negara (ASN).

"Oleh sebab itu, butuh menteri-menteri yang berani," tegas Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Juli 2019.

Jokowi pun mengimbau kepada semua seluruh jajaran pemerintahan untuk membangun nilai-nilai baru dalam bekerja. Harapannya, agar para pekerja bisa mengikuti perkembangan zaman, tentunya yang menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

"Ini menuntut kita untuk beradaptasi pada perkembangan zaman," ucap Jokowi.

Jokowi mengaku, perlu adanya reformasi di sistem birokrasi Indonesia. Misalnya dengan menyederhanakan lembaga hingga pola kerja yang tidak inovatif.

"Reformasi struktural agar lembaga menjadi sederhana, semakin simpel, semakin lincah. Kalau pola pikir, kalau mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas," ungkap Jokowi.

 

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓