Soal Penambahan Koalisi, Moeldoko: Kalau Bisa Diperkuat kenapa Enggak?

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 27 Jul 2019, 08:49 WIB
Diperbarui 27 Jul 2019, 08:49 WIB
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko
Perbesar
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko saat di wawancarai KLY di Jakarta, Rabu (16/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) tidak menyinggung soal penambahan koalisi dalam acara pembubaran Tim Kampanye Nasional, kemarin, Jumat (26/7/2019).

Jokowi, kata Moeldoko, hanya menyampaikan apresiasi kepada anggota tim pemenangan telah bekerja selama Pemilu 2019.

"Enggak-enggak ini acaranya TKN enggak ada yang lain. Tadi hanya ucapan terima kasih saja jadi Pak Jokowi itu enggak ada yang lain," ujar Moeldoko usai pembubaran di Resto Seribu Rasa, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019).

Kata mantan Panglima TNI itu, Jokowi bakal bicara di lain kesempatan dengan partai koalisi soal penambahan. Dia menyebut pertemuan bakal terjadi secara alamiah.

Kendati begitu, Jokowi sudah menyatakan, kekuatan partai saat ini sudah cukup untuk menopang pemerintahannya 5 tahun ke depan. Namun, Moeldoko melihat kekuatan koalisi bisa saja bertambah untuk menambah kekuatan saat ini.

"Kalau masih bisa diperkuat lagi kenapa enggak gitu. Tapi intinya dengan yang ada itu sudah solid banget," ujarnya.

Terkait sikap partai masing-masing, Moeldoko mengatakan Jokowi pasti mendengar masukan. Untuk menyatukan suara koalisi, Jokowi dia bilang harus bertemu dengan ketua umum partai koalisi terlebih dulu.

"Pak Jokowi selalu mendengarkan termasuk suara relawan pun didengarkan apalagi partai-partai koalisi pendukung itu pasti. Jadi platformnya itu apa konsepnya seperti itu," kata dia.

2 dari 3 halaman

Politik Dinamis

Sementara, politisi PDIP Puan Maharani mengatakan hingga saat ini belum membahas soal penambahan partai koalisi.

"Ini kan dibicarakan. Kalau ada pertemuan-pertemuan, ada silahturahmi-silahturahmi, saya rasa itu politik dinamis ya. Silahturahmi sebagai masyarakat bangsa timur ya harus dibangun," ucap Puan di lokasi, Jumat (26/7/2019).

Dia menegaskan, semuanya akan dibicarakan dengan Jokowi.

"Ini dibicarakan, dan didiskusikan dengan Presiden. Dan masih lama lah," ungkap Puan.

Dia pun mengungkapkan, setelah TKN bubar, tidak ada wadah lagi yang diwacanakan untuk dibentuk.

"Sampai sekarang tidak ada wacana untuk membuat suatu wadah kembali saat TKN ini selesai," pungkasnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓