Warga Dengar Suara Tembakan Berkali-kali saat Bripka Rachmat Effendy Ditembak

Oleh Liputan6.com pada 26 Jul 2019, 08:18 WIB
Diperbarui 26 Jul 2019, 08:18 WIB
Bunuh Diri Tembak Kepalanya
Perbesar
Ilustrasi penembakan (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Bripka Rachmat Effendy tewas setelah ditembak sesama polisi Brigadir Rangga Tianto. Peristiwa itu terjadi ruang SPK Polsek Cimanggis Depok pada Kamis (26/7/2019) malam.

Seorang warga berinisial A, mendengar suara letusan yang menyerupai senjata api. Petugas Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Depok itu kebetulan sedang bekerja di lokasi bersebalahan dengan Polsek Cimanggis.

"Saya kaget dengarnya karena cukup keras kedengeran," katanya, Jumat (26/7/2019).

Dia mengaku mendengar empat kali letusan. Teman-temannya juga mendengar jelas. Beberapa saat kemudian, sejumlah orang di kawasan Mapolsek Cimanggis berlarian.

"Dari situ, saya nggak tau lagi," ceritanya.

Y, petugas jaga di kantor DPPK lainnya mengatakan, saat itu kondisi polsek masih sepi. Setelah terdengar suara penembakan, ada suara untuk menyuruh petugas keluar ruangan.

"Saya sempet liat pada lari ke depan," katanya.

Dirinya tidak mendengar suara teriakan ataupun melihat korban yang dibawa keluar dari Polsek Cimanggis. "Katanya ada yang nembak di dalam ruangan," ucapnya.

Awalnya dia tidak mengira kalau itu adalah suara tembakan. Dia hanya menduga itu suara petasan. "Tapi perasaan kok lumayan keras seperti tembakan senjata api," katanya.

Menurut dia sebayak empat kali letusan terdengar, setelah itu sejumlah petugas polisi keluar dari dalam kantor Mapolsekta Cimanggis. "Posisinya, memang kami lagi jaga, kantornya kan deket banget jadi pasti terdengar," katanya.

2 dari 3 halaman

Kronologi

Dari informasi yang diterima Liputan6.com, kejadian penembakan Bripka Rachmat bermula saat yang bersangkutan mengamankan Pelaku tawuran Fachrul Zachrie pada hari yang sama. Tak lama kemudian orangtua Fachrul, Zulkarnaen datang bersama Brigadir Rangga Tianto.

Brigadir Rangga meminta agar Fahrul dikembalikan keorangtuanya untuk dibina. Namun, permintaan ini ditolak oleh Bripka Rachmat dan menyatakan dengan nada tinggi bahwa proses hukum sedang berjalan. Hal ini membuat Brigadir Rangga emosi dan mengeluarkan senjata dan langsung menembak Bripka Rahmat.

Sedikitnya tujuh tembakan dilontarkan dan mengenai bagian dada, leher ,paha dan perut sehingga korban meninggal di tempat.

Reporter : Nur Fauziah

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓