Selain Anies, 2 Tokoh Ini Pernah Masuk dalam Manuver Politik Surya Paloh

Oleh Liputan6.com pada 26 Jul 2019, 06:53 WIB
Diperbarui 26 Jul 2019, 06:53 WIB
Anies Baswedan Bertemu Surya Paloh

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh kembali membuat gebrakan setelah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu, 24 Juli 2019. Dia menyebut NasDem siap dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024. 

Menurut Surya Paloh, bentuk dukungan tersebut tidak hanya diberikan secara politik, tapi juga lahiriah dan batiniah. 

"Insya Allah semuanya sejalan dengan arah partai. Insya Allah apabila semua seperti kita harapkan, dukungan tidak hanya datang dari satu kelompok, termasuk satu institusi partai politik seperti Nasdem," ujarnya di Gedung Partai Nasdem, Rabu.

Sementara itu, Anies menyebut jika pertemuannya dengan Ketua Umum DPP Nasdem tidak membahas Pilpres 2024. Pembicaraan hanya membahas persoalan Jakarta.

Sebelum Anies Baswedan, Surya Paloh sendiri sudah banyak mempromosikan sejumlah kepala daerah yang memiliki nama baik di masyarakat. Siapa sajakah mereka?

2 dari 4 halaman

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat ngevlog pertama kali usai bebas dari penjara. (Youtube: Panggil Saya BTP)

Pilkada serentak 2017 menjadi awal bentuk dukungan NasDem kepada Ahok yang mencalokan diri kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta. 

Surya Paloh menilai, pria yang akrab disapa Ahok itu dinilai memiliki kemampuan mengelola berbagai persoalan yang ada di Jakarta, salah satunya birokrasi di Pemprov DKI.

"Saya pikir, sampai hari ini walaupun belum terjelaskan, Ahok merupakan prioritas bagi Nasdem untuk meneruskan jabatan di DKI," ujar Surya saat ditemui dalam Konsolidasi Fraksi Nasdem di Legian, Bali, Kamis 14 Januari 2016 lalu.

Surya Paloh juga mengungkap sejumlah alasan kenapa dirinya mendukung Ahok untuk kembali maju di Pilkada 2017. Pertama, mantan gubernur Belitung Timur itu dinilai memiliki kejujuran dalam bersikap. 

Ahok di mata Ketua NasDem ini juga dinilai mampu mengelola instiusi pemerintahan daerah seperti DKI dengan berbagai kompleksitas persoalan yang terjadi.

Bahkan secara tegas dia pernah mengatakan, bahwa siapa pun lawan Ahok, Partai NasDem akan tetap mendukung Ahok sepenuhnya. 

"Partai Nasdem sejak awal sudah mendukung Ahok, sejak Ahok berencana maju melalui jalur independen," kata Paloh.

3 dari 4 halaman

Ridwan Kamil

Usai Walikota Solo, Giliran Ridwan Kamil Silaturahim ke Rumah Ma'ruf Amin
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai mengunjungi kediaman calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih dalam Pilkada 2018 lalu. Saat itu, NasDem mengklaim bahwa partainyalah yang menjadi partai politik pertama yang menyatakan dukungan terhadap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Padahal, partainya tak bisa mengusung sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol lain. Namun, dirinya mensyukuri kemenangan Ridwan Kamil di Jawa Barat.

"Kita mensyukuri ya. Tadinya saya berpikir kalah nih Emil. Kalau ini kalah, yang paling kalah Nasdem sebenarnya," jelas Surya Paloh di kantor DPP Partai Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/6/2018) petang.

Nasdem juga mendukung Emil tanpa syarat, tanpa mahar politik. "Tapi ya hasil hari ini patut kita syukuri, ya Emil terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat," jelasnya.

Surya juga mengingatkan Emil, bahwa tugas utamanya adalah menjadikan Jabar sebagai benteng Pancasila. Pasca-kemenangan berdasarkan hitung cepat ini, dia juga mengatakan tak memaksa Emil menjadi kader Partai Nasdem. Emil, kata dia, harus menjadi gubernur yang mewakili seluruh partai.

"Dia boleh membebaskan dirinya untuk menjadi, katakanlah, gubernur untuk seluruh partai-partai politik lainnya," ujar Surya.

 

(Reynaldi Hasan)

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓