25 Juli 2013: Geger Skandal Pesta Seks, Kalapas Cipinang Dicopot

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 25 Jul 2019, 07:34 WIB
Diperbarui 25 Jul 2019, 07:34 WIB
Ilustrasi penjara

Liputan6.com, Jakarta - Kamis 25 Juli 2013, Vanny Rossyane membuat pengakuan mengejutkan. Kekasih terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman itu mengungkap bobroknya Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur.

Dalam Catatan Sejarah Hari ini Liputan6.com, model majalah wanita dewasa itu menyebut dirinya kerap mengunjungi Freddy di Lapas Cipinang sebanyak 3 kali dalam sepekan. Dalam kunjungannya, dia mengaku tak menemui hambatan berarti dan barang bawaannya pun tak diperiksa petugas lapas.

"Proses masuknya, di situ ada penjagaan. Setelah parkir mobil, ya masuk-masuk saja. Handphone juga bebas saya bawa," kata Vanny saat wawancara dengan Retno Pinasti dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Kamis 25 Juli.

Yang lebih mencengangkan, Vanny mengaku pernah diberitahu Freddy bahwa salah satu ruangan yang dipakai bercinta dan pesta sabu itu adalah kantor Kepala Lapas Narkotika Cipinang Thurman Saud Hutapea. Meski Vanny tak mengetahui sosok kalapas tersebut.

"Aku enggak tahu yang namanya Thurman (Kalapas) itu yang mana, tapi jujur abang selalu bilang ini ruangannya enak banget, katanya ini ruangan Kalapas," beber Vanny.

Vanny pun sempat bertanya kepada Freddy berapa biaya yang dikeluarkannya untuk dapat menggunakan ruang tersebut. Ternyata Freddy bisa menggelontorkan uang sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar.

Pengakuan yang mengegerkan lainnya ialah, Vanny menyebutkan sang kekasih mengendalikan bisnis narkoba dari balik penjara dengan menggunakan ponsel. Bahkan, model cantik ini menyebut Freddy tak sendiri, tetapi dibantu banyak napi narkoba lainnya.

Vanny juga menuturkan bahwa Freddy memiliki akses luas di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang. Termasuk diberikannya fasilitas ruangan setiap kali mereka bertemu. Vanny tak membantah Freddy kerap rapat dengan bandar narkoba lain di dalam lapas. "Abang tuh kekuasannya luas di sana. Jaringannya luas," ucap Vanny.

2 dari 4 halaman

Dicopot

20151005-Denny Indrayana-Jakarta
Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Pengakuan Vanny akhirnya berbuntut panjang. Kalapas Narkotika Cipinang, Thurman Saud Hutapea dicopot dari jabatannya pada Kamis 25 Juli 2013 silam. Dia ditarik ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM.

"Karena itu per hari ini Kalapas Narkotika Cipinang kami copot," kata Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di Jakarta, Kamis 25 Juli 2019.

Denny menambahkan, pihaknya sudah mengerahkan jajaran Inspektorat Jenderal untuk turun langsung ke lapangan. Tim sudah memeriksa lokasi-lokasi yang dicurigai. Rencananya, seluruh jajaran akan diperiksa terkait pemberian fasilitas khusus kepada napi bandar narkoba yang divonis mati di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa 16 Juli lalu itu.

"Ada indikasi kuat penyimpangan," tegas Denny.

Bila hasil pemeriksaan terbukti adanya tindakan pidana, Kemenkumham akan menindaklanjutinya. Menteri Amir Syamsuddin telah memerintahkan untuk menerapkan hukum dengan tidak tanggung-tanggung.

"Selain hukuman disiplin, jika terbukti, kami akan laporkan dan dorong proses pidananya," lanjut Denny.

Meski begitu, Denny mengakui indikasi keterlibatan itu ada dan akan memberi sanksi kepada siapa pun. "Termasuk pada Fredy, juga akan kita lakukan pemeriksaan dan kita tindak," ucapnya di Gedung Kemenkumham, Kamis 25 Juli.

Lebih jauh Denny mengatakan, penyimpangan-penyimpangan saat ini memang masih kerap terjadi di Lapas dan Rutan di Indonesia. Namun, menurut dia sejumlah fasilitas istimewa bagi narapidana tertentu itu resmi diberikan pihak Lapas dan Rutan.

"(Fasilitas) Tidak ada yang resmi. Penyimpangan itu masih ada. Jujur kita akui. Maka itu kita ambil langkah-langkah penindakan," tegas dia.

Selain Thurman, ada tiga pegawai lainnya yang turut dibebastugaskan dari jabatannya di Lapas Narkotika Cipinang. "Ada tiga lagi yang di-nonjob-kan," kata sumber Liputan6.com di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Sabtu 27 Juli 2013.

Menurutnya, tiga pegawai itu yakni, 2 menjabat kepala seksi, dan satu sebagai kepala sub seksi. Ketiganya mengikuti Thurman digeser dari jabatannya yang sekarang.

"Mereka ditarik ke Kantor Wilayah Kemenkum HAM," ucapnya.

Namun, dia tidak menjelaskan detil identitas ketiga pegawai yang ikut dinonjobkan terkait kasus dugaan pemberian fasilitas khusus kepada Freddy ini. "Namanya saya kurang paham," kata dia.

3 dari 4 halaman

Thurman Membela

Thurman Saud Hutapea
Thurman Saud Hutapea (27/7/2013).

Thurman sendiri tak menyangka akan dicopot. Apalagi dia mengaku pencopotan itu dilakukan tanpa disertai pemeriksaan lebih dulu.

Tak hanya itu, Thurman mengaku, banyak narapidana di Lapas Narkotika Cipinang yang kaget soal pencopotan ini. "Banyak napi yang kaget dan sedih karena saya dicopot," ujar Thurman.

"Saya bilang ke mereka tak apa-apa, saya jadi bisa sedikit refreshing. Karena jadi Kalapas itu berat tanggung jawabnya," imbuhnya.

Thurman juga mengaku, jika selama menjabat sebagai Kalapas, dia memang terbilang dekat dengan para napi. Tak jarang pula Thurman kerap ikut dalam kegiatan para napi.

"Misalnya main futsal. Saya sering main bareng mereka. Kalau main kadang sambil ketawa-ketawa. Jadi saya tidak membatasi diri dengan mereka," ungkap Thurman.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓