KPK Perpanjang Penahanan Romahurmuziy

Oleh Fachrur Rozie pada 24 Jul 2019, 18:53 WIB
Diperbarui 24 Jul 2019, 18:53 WIB
Suap Jual Beli Jabatan, Romahurmuziy Kembali Diperiksa KPK
Perbesar
Anggota DPR RI nonaktif Muhammad Romahurmuziy (kanan) tiba di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Romy diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan menerima suap dalam jual beli jabatan di Kemenag Jawa Timur. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

"Terhadap RMY (Romahurmuziy), Anggota DPR-RI dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari ke depan mulai tanggal 25 Juli sampai dengan 23 Agustus 2019," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (24/7/2019).

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Romahurmuziy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga menyuap Romi agar mendapatkan jabatan di Kemenag.

KPK menemukan bahwa Romi tak hanya bermain pada proses jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur. KPK mengaku menerima banyak laporan bahwa Romi bermain di banyaj daerah di Tanah Air. KPK pun berjanji akan mendalami hal tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Bermain dengan Oknum

Suap Jual Beli Jabatan, Romahurmuziy Kembali Diperiksa KPK
Perbesar
Anggota DPR RI nonaktif Muhammad Romahurmuziy (kanan) tiba di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Romy diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan menerima suap dalam jual beli jabatan di Kemenag Jawa Timur. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Dalam memainkan pengisian jabatan di Kemenag, Romi dibantu pihak internal Kemenag. KPK pun sudah mengantongi nama oknum tersebut. Hanya saja lembaga antirasuah masih menutup rapat siapa oknum tersebut.

KPK juga sudah menggeledah beberapa ruangan di Kemenag. Salah satunya ruangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. KPK menenukan uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu saat menggeledah ruang kerja Lukman yang merupakan kader di partai yang dipimpin Romi.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait