Politikus PDIP: Koalisi Kalau Terlalu Gemuk, Tak Lincah

Oleh Liputan6.com pada 24 Jul 2019, 03:31 WIB
Diperbarui 24 Jul 2019, 03:31 WIB
KPU Tetapkan Jokowi-Ma’ruf Amin Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Perbesar
Pasangan Presiden dan Wapres terpilih, Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin berbincang pada Rapat Pleno Terbuka Penetapan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (30/6/2019). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menilai, sebaiknya, tidak ada lagi penambahan partai di koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Jika ada penambahan partai, dia khawatir akan membuat koalisi menjadi gemuk dan tidak lincah. 

"Saya kira kekuasaan itu kalau terlalu gemuk itu justru menjadi tidak lincah. Ya kita menghindari terjadinya obesitas kekuasaan. Sehingga saya rasa dengan koalisi yang ada tentu sudah efektif di pemerintahan ke depan," kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7).

Menurut dia, koalisi yang ada sudah memberi suara lebih dari cukup untuk membantu pemerintahan ke depan. Ini juga untuk menjaga demokrasi dalam berpolitik di Tanah Air.

"Dengan kurang lebih 60 persen itu sudah sangat cukup dan saya kira kita menjaga sih sehingga tetap ada mekanisme di dalam politik yang demokratis di mana kita butuh juga ada kekuatan politik lain di luar pemerintahan untuk menjaga check and balance," tutur Andreas. 

Dia mengatakan, penambahan koalisi juga tidak baik untuk soliditas koalisi. Dia khawatir, penambahan koalisi akan mengganggu soliditas partai pendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Sehingga jangan sampai ada pembahan atau ini justru membuat koalisi tidak solid. Saya kira ini poin yang paling penting," ucap Andreas. 

 

2 dari 3 halaman

Koalisi Dihuni Banyak Partai

Jokowi - Ma'ruf Amin Hadiri HUT ke-46 PDIP
Perbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan cawapres Ma'ruf Amin potong tumpeng saat memperingati HUT ke-46 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1). (Liputan6.com/JohanTallo)

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid khawatir jika ada tambahan partai lain bergabung dalam koalisi parpol pendukung pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin.

Koalisi ini sudah dihuni banyak partai. Jika ditambah partai lain, koalisi ini akan menjadi gemuk.

"Jika misalnya harus menambah satu lagi. Itu lebih besar lagi nanti. Apalagi kalau misalnya Gerindra yang masuk aduh, gemuk sekali. takutnya berlemak. Kegemukan, obesitas," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7).

 

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓