Jokowi Minta BMKG dan BNPB Tiru Jepang soal Mitigasi Bencana

Oleh Lizsa Egeham pada 23 Jul 2019, 14:44 WIB
Diperbarui 25 Jul 2019, 01:14 WIB
Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Jokowi Bahas Prioritas Nasional 2019

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin Indonesia memiliki sistem mitigasi bencana seperti Jepang. Untuk itu, dia meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meniru Jepang.

Jokowi menuturkan, begitu sirine tanda gempa berbunyi, masyarakat Jepang telah mengetahui kemana harus berlari. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin masyarakat Indonesia belajar dari Jepang.

"Seperti di Jepang ya kita lihat, kalau ada gempa, sirine enggak bunyi (masyarakat) tenang-tenang aja. Tapi begitu sirine bunyi, larinya ke mana, arahnya ke mana, sudah jelas semuanya. Jalur evakuasi jelas semua," ujar Jokowi saat membuka peresmian Rakernas BMKG di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/7/2019).

Dia mengatakan, merancang sistem tersebut bukan hanya tugas BNPB dan BMKG, namun juga harus bersinergi dengan pemda dan pemerintah pusat. Sehingga saat bencana datang, tak lagi memakan korban yang banyak.

"Sehingga setiap kejadian atau akan ada sebuah potensi kejadian, antisipasinya jelas. Step-step, tindakannya juga jelas. Bukan bingung setelah ada kejadian. Manajemen seperti itu harus kita biasakan ada, baik di pusat, daerah, maupun di lembaga-lembaga yang kita miliki," ucapnya.

Kendati begitu, dia mengapresiasi peran BMKG dalam memberikan informasi tentang potensi bencana kepada masyarakat. Dia tak setuju jika informasi yang diberikan BMKG itu meresahkan masyarakat.

"Saya melihat sekarang kalau ada gempa misalnya 5,5 skala richter atau di atasnya langsung di TV keluar ada tidaknya potensi tsunami, yang dulu-dulunya enggak pernah. Ini saya kira sebuah lompatan kemajuan yang sangat baik dari BMKG," kata Jokowi.

 

2 dari 3 halaman

Perbarui Alat Mitigasi Bencana

Pasca Tsunami Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga
Petugas pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui alat seismograf di Pos Pengamatan di Cinangka, Banten (25/12). Petugas menghimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mantan Wali Kota Solo itu ingin agar ke depannya peralatan-peralatan BMKG diperbarui. Selain itu, Jokowi meminta agar aparat keamanan dilibatkan dalam menjaga peralatan-peralatan tersebut sehingga bisa terus digunakan untuk memantau potensi bencana.

"Dititipkan saja lah kepada aparat keamanan setempat bahwa ini adalah barang yang sangat penting sekali untuk memantau kerawanan bencana baik itu longsor, tsunami, gempa bumi sehingga semuanya ikut menjaga, rakyat ikut menjaga, masyarakat ikut menjaga, aparat kita juga ikut menjaganya," ujar Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓