Festival Pulo Dua Siapkan 21 Spot Dive Bagi Para Pengunjung

Oleh stella maris pada 20 Jul 2019, 17:31 WIB
Diperbarui 20 Jul 2019, 17:31 WIB
Menpar Arief Yahya
Perbesar
Menpar Arief Yahya.

 

Liputan6.com, Jakarta Festival Pulo Dua menjadi kegiatan yang masuk 100 Calender of Event (COE) Kementerian Pariwisata. Acara Kabupaten Luwuk Banggai itu bakal digelar pada 25-28 Juli 2019. 

Ada sederet acara menarik yang bakal disajikan dalam kegiatan tersebut. Bupati Kabupaten Luwuk Banggai Sulteng, Herwin Yatim, dalam siaran pernya, membeberkan acara yang dipastikan bakal menarik perhatian masyarakat. Mulai dari berenang masal sepanjang 2.500 meter, senam masal, parade perahu nelayan, hingga mendaki ke puncak Lukapan Mister Koniu di areal Pulo Dua.

"Nama gunungnya unik karena diambil dari nama eks tentara Jepang pada zaman perang Pasifik menjadikan kawasan ini sebagai lokasi perang," kata Herwin.

Selain itu juga ada kegiatan menyelam di 21 spot dive yang sangat cantik dan tak kalah dengan taman laut Bunaken di Manado atau bahkan Raja Ampat.

Tak hanya itu, ada juga kegiatan terbang Paragliding bersama para atlit paragliding dari Palu dan Manado. "Ada juga Expo kuliner yang mengusung kearifan lokal. Beragam kuliner khas daerah kami akan tersaji di sini," ujar Herwin.

Menurut Herwin, banyak kemeriahan di festival juga menarik bagi wisatawan saat berkunjung ke Luwuk Banggai. "Nanti juga ada kegiatan Saling Pass atau Parade 100 Perahu hias dan 1000 lampion.

Selain itu semua kegiatan Festival Pulo Dua akan diwarnai penampilan artis ibukota Jakarta. "Nanti ada penampilan fashion show dan panggung musik yang akan dimeriahkan penyanyi Fitri Carlina," kata Herwan.

Herwin juga mengucapkan terima kasih pada Presiden Jokowi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya atas masuknya Festival Pulo Dua (FPD) sebagai salah satu dari 100 Calendar of Event Indonesia atau 100 event Pariwisata Nasional.

"Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat kabupaten Banggai, kami menyampaikan terima kasih kepada bapak Presiden, melalui bapak Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya," kata Herwin.

Ditambahkannya kegiatan ini dikemas secara kolaborasi antara pemerintah dan swasta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banggai dengan Banggai Tourism Board. "Sehingga festival ini sungguh sebuah pesta rakyat dan bukan seremoni pemerintah. Tapi dari dan untuk rakyat manfaatnya," ujarnya.

FPD juga akan diisi dengan kampanye bertajuk 'No Plastic' selamatkan lingkungan sekaligus mewujudkan pariwisata berkelanjutan, dan kegiatan pencanangan Makanan Lokal khas Kabupaten Banggai.

Herwin juga menjelaskan akan ada tiga target yang akan dicapai pada kegiatan ini, yaitu, FPD ditargetkan menghadirkan sebanyak 20 ribu turis domestik dan turis asing. "Para turis asing diharapkan bisa tiba melalui Manado yang hanya berdurasi terbang satu jam ke Luwuk atau Jakarta."

Dengan target jumlah turis sebanyak ini, diharapkan FPD akan menjadi trigger kemajuan ekonomi daerah berbasis kerakyatan. Artinya, perputaran ekonomi dipastikan akan terjadi melalui kegiatan ini.

"Masyarakat diharapkan akan alami dampak dari festival ini, mulai dari UKM, restoran, transportasi, perhotelan dan banyak lagi," jelas Herwin sembari menambahkan optimismenya bahwa prinsip pariwisata berkelanjutan akan memajukan Kab Banggai pasca even FPD kedepan.

"Kami pemerintah dan masyarakat Banggai antusias dan optimis kemajuan pariwisata di daerah kami melalui festival Pulo dua ini," katanya.

Sementara itu di tempat terpisah Menpar Arief Yahya menyambut baik kegiatan Festival Pulo Dua. Ini merupakan bagian dari aktivitas pariwisata yang bisa menyedot wisman.

Seperti diketahui pariwisata itu mencakup 3A, yakni Aksesibility, Amenitas dan Atraksi. Nah Festival Pulo Dua ini termasuk bagian dari atraksi. "Tentu setelah ini kami berharap kunjungan wisata ke Luwuk Binggai akan semakin meningkat dan pada akhirnya akan memberi dampak kemajuan ekonomi bagi masyarakatnya," ujar Arief. 

 

(*)