Anggota MPR: MOS Perlu Diberi Muatan Empat Pilar MPR

Oleh stella maris pada 20 Jul 2019, 13:40 WIB
Anggota MPR

 

Liputan6.com, Jakarta Anggota MPR dari Fraksi PDIP, Yoseph Umarhadi menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR metode Bela Negara kepada 100 Resimen Mahasiswa (Menwa), Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu 20 Juli 2019.

Dalam kesempatan itu, Yosep berharap agar para Menwa mempunyai karakter kebangsaan yang mengandung nilai patriotisme. Jika nilai itu tak tertanamkan, maka generasi muda jadi sulit diandalkan.

"Karakter bisa dipelajari dan wajib dihayati. Karakter bukan sesuatu yang jatuh dari langit," ujar Yoseph.

Karakter kebangsaan menurut Yoseph harus bersumber pada Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dijelaskan Pancasila merupakan sumber dari segala sumber.

Terkait UUD, dikatakannya bahwa bangsa ini menjadikan UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi. "Tidak setiap negara memiliki konstitusi," jelasnya. Dalam konstitusi, dikatakan Indonesia menganut paham konstitutionalisme di mana rakyat memegang kedaulatan tertinggi.

Dikatakan, dalam sejarah perjalanan Indonesia, bangsa ini pernah menggunakan berbagai konstitusi, seperti UUD Tahun 1945, UUD RIS, UUD Sementara, kembali UUD Tahun 1945, hingga UUD NRI Tahun 1945.

"Semua telah teruji dengan baik dan kita memiliki konstitusi yang bisa diandalkan dari waktu ke waktu," tuturnya. 

Dijelaskan perubahan dari UUD Tahun 1945 menjadi UUD NRI Tahun 1945 terjadi karena tuntutan reformasi. Meski demikian amandemen yang terjadi tidak boleh mengubah pembukaan UUD, tak boleh mengubah bentuk NKRI. "Amandemen juga dilakukan untuk memperkuat sistem presidensial."

Amandemen yang terjadi menurut Yoseph banyak dipuji oleh negara lain. "Karena memasukan banyak pasal tentang Hak Asasi Manusia. Hingga mereka memuji UUD kita sebagai konstitusi yang modern," jelasnya. 

Dalam sosialisasi, pria yang sedang menempuh Program S3 di UGM itu mengharap agar semua lembaga negara ikut mensosialisasikan Empat Pilar.

Ini penting sebab generasi muda mulai banyak yang tak paham nilai-nilai kebangsaan. "Setiap lembaga perlu melakukan kegiatan yang ada nilai Empat Pilar. Misalnya saat masa orientasi sekolah (MOS) perlu diberi muatan Empat Pilar."

 

(*)