Bamsoet Dinilai di Atas Angin Usai Bertemu Jokowi

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 18 Jul 2019, 05:10 WIB
Bambang Soesatyo

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) telah bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Senin 15 Juli 2019. Dia mengatakan ada sinyal positif dari Presiden Jokowi terkait pemilihan ketua umum Partai Golkar. Bahkan menitipkan pesan agar menjaga kekompakan partai agar tidak terpecah.

Terkait hal itu, pengamat politik Silvanus A menilai, hal ini mengguntungkan Bamsoet. Lantaran memberikan dampak yang baik bagi Ketua DPR tersebut.

"Untuk saat ini posisi Bamsoet memang berada di atas angin, karena ada efek positif pasca-pertemuannya dengan Jokowi," ucap Silvanus saat dikonfirmasi, Rabu 17 Juli 2019.

Dia menuturkan, wajar jika Bamsoet ataupun Airlangga Hartarto, ingin menantongi restu dari Presiden.

"Baik Bamsoet dan Airlangga, keduanya akan memperebutkan Jokowi's favor atau restu Jokowi. Jokowi's favor ini penting karena hal ini yang akan jadi acuan bagi kader-kader Golkar yang memegang hak pilih nanti," kata akademisi Universitas Bunda Mulia (UBM) ini.

Terkait perbedaan durasi pertemuan Jokowi dengan kedua tokoh, masih kata dia, menunjukkan tingkat kenyamanan Jokowi. Semakin lama durasi pertemuan, berarti Jokowi merasa makin nyaman dan akrab.

"Bila pertemuan hanya sebentar, ya dapat diartikan kurang nyaman. Apalagi Jokowi ini tipe politisi yang mengedepankan kerja, kerja dan kerja. Sehingga waktu itu sangat berharga," pungkasnya.

2 of 2

Pesan Jokowi

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla Buka Puasa Bersama Ketua DPR
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memberi sambutan selama acara buka puasa bersama di Rumah Dinasnya di Kawasan Widya Chandra Jakarta, Senin (13/5). Buka Puasa tersebut juga di Hadiri Tokoh Politik dan Petinggi Lembaga Negara. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan ada sinyal positif dari Presiden Jokowi terkait pemilihan ketua umum partai Golkar. Jokowi, kata dia, menitipkan pesan supaya Golkar menjaga kekompakan dan tidak terpecah.

"Semua positif, jadi urusan Golkar siapapun yang mau maju dipersilakan. Yang paling penting intinya dipersilakan agar dijaga kekompakan dan jangan lahir lagi partai baru dari rahim Golkar," ujar Bamsoet, sapaannya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).

Bamsoet yakin Jokowi setuju banyak kader bersaing memperebutkan kursi ketua umum Golkar. Saat ini baru nama Airlangga Hartarto, yang masih menjabat sebagai ketum dan Bamsoet.

"Saya yakin, percaya, Pak Jokowi mendorong banyak kader yang maju supaya persaingan atau kompetisinya sehat," kata dia.

Kendati demikian, dalam pertemuan tertutup itu, Bamsoet mengaku tidak bicara masalah partai Golkar dengan Jokowi. Hanya pembahasan normatif. Termasuk isu percepatan musyawarah nasional penggantian ketua umum.

"Tidak ada pembahasan untuk munas, kita bicara soal partai Golkar saja.Kan belum ditentukan munasnya kapan," kata dia.

Sebelumnya, Bamsoet menghadap ke Presiden Jokowi di Istana Negara, Selasa (16/7/2019). Bamsoet mengaku tidak membahas pencalonannya sebagai ketua umum Golkar.

 

Lanjutkan Membaca ↓