Bea Cukai Tahan 65 Kontainer Sampah Impor dari Amerika dan Eropa

Oleh Maria Flora pada 16 Jul 2019, 17:20 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Sampah impor belakangan ramai dibicarakan. Betapa tidak, ratusan ribu ton barang buangan yang tak lagi dipakai di sebuah negara malah dikirim ke Indonesia. Pemerintah dengan tegas mengatakan akan segera mengirim kembali sampah sampah itu ke negara asalnya.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (16/7/2019), Juni lalu ada 65 kontainer berisi sampah impor tiba di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau dari Amerika dan Eropa.

Sampah sampah tersebut ditahan Direktorat Bea dan Cukai karena diduga tercemar limbah B3. Kecurigaan muncul karena didapati bahan plastik, botol, hingga popok bayi bekas pakai dalam kontainer.   

Di Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, petugas Bea Cukai menemukan hal serupa di dalam delapan kontainer. Dalam laporan dokumennya, tertulis kertas bekas. Tetapi sampah seperti kaleng bekas, botol plastik, hingga popok bayi bekas pakai menyelip di antara tumpukan kertas.  

Impor sampah di Indonesia di akhir tahun 2017 sebesar 10 ribu ton per bulan. Jumlahnya meningkat di tahun 2018 sebesar 35 ribu ton per bulan.  

Ada tiga negara pengekspor sampah terbesar ke Indonesia, dalam kurun Januari hingga November 2018, yakni Inggris sebanyak 67,8 ribu 7 ton, Jerman terbanyak kedua sebesar 59, 6 ribu 68 ton, dan Australia sebanyak 42,1 ribu ton sampah.

Amerika Serikat, Belanda, Jepang, Belgia, Perancis, Spanyol dan Hong Kong juga turut menjadi penyumbang sampah. 

Terkait sampah impor, Dirjen Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan akan mengekspor kembali tumpukan sampah itu ke negara pengirimnya.  

Impor sampah tidak sepenuhnya salah. Selain industri kertas, para perajin tahu di Sidoarjo, ternyata juga menggunakannya sebagai bahan bakar dalam produksinya. Namun, ekses penggunaannya yang berupa polutan, membahayakan masyarakat dan lingkungan.

Live Streaming

Powered by