Dinonaktifkan, Ketua Golkar Cirebon dan Maluku Mengadu ke Bamsoet

Oleh Liputan6.com pada 12 Jul 2019, 20:23 WIB
Bamsoet Menerima Dukungan Dari DPD Golkar Tingkat II di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019). (fachrur Rozie/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPD II Golkar Maluku dan Cirebon menemui Wakorbid Pratama Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Mereka mengadukan kasus penonaktifan 10 Ketua DPD II Golkar Maluku oleh DPD I Maluku karena mendukung Bamsoet maju sebagai ketua umum di Munas Golkar 2019.

Salah satu mantan Ketua DPD II Maluku Ramli Umasugi mengungkap alasannya dinonaktifkan dari pengurus DPD. Kata dia, semua itu karena perolehan kursi Golkar ditempatnya menurun.

Proses penonaktifan melalui rapat juga tidak dilakukan oleh Ketua DPD I Maluku. Keputusan penonaktifan diambil oleh Wakil Ketua DPD I.

"Ya itu baru diputuskan dalam rapat pleno dan kita pun belum ditembusi surat keputusan hasil rapat pleno. Karena dalam rapat pleno juga terjadi dualisme cuman dengan sifat arogan pimpinan rapat telah memutuskan itu," ungkapnya.

Ketua DPD II Cirebon Toto Sunanto menilai alasan penonaktifannya terkesan dibuat-buat. Dia juga merasa dipaksa untuk mendukung Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto selama dua periode.

"Pada saat undangan halal bihalal di Jawa Barat, disuruh bawa cap, kemudian kami semua yang datang untuk mendukung Airlangga. Mekanisme-mekanisme ini yang saya kira sudah hilang. Kalau cara-cara seperti ini dibuat aja kerajaan," ujar Toto.

Dia juga membantah alasan penonaktifan karena menggunakan dana partai. Toto menegaskan selama ini ia selalu melaporkan keuangan dengan baik.

"Ya kan harusnya diverifikasi dulu. Kalau menggunakan dana anggaran partai ya diverifikasi," ungkapnya.

Meski begitu, baik Toto dan Ramli menegaskan tidak akan menarik dukungannya untuk Bamsoet.

"Dari awal saya sudah katakan kalau saya orang konsisten. Saya mendukung A apa pun risikonya," ucap Toto.

2 of 3

Bamsoet Siap Tanggung Jawab

Pengaduan itu langsung direspon Bamsoet. Dia mengaku akan bertanggung jawab atas penonaktifan para anggota DPD yang mendukungnya. Saat terpilih Bamsoet juga akan memulihkan posisi mereka.

"Saya hanya membesarkan hati mereka, tidak perlu takut. Karena kami juga pernah merasakan, tokoh-tokoh ini pernah merasakan, melewati masa-masa dipecat, dan rezim berganti, dipulihkan kembali keanggotaannya, bahkan menduduki kembali posisi-posisi penting. Maka kita yakin kita akan berhasil, ayo kita bersama-masalah," tegas Bamsoet.

Reporter: Sania Mashabi

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓