Incar Kursi Ketua MPR, Cak Imin Lobi Jokowi?

Oleh Liputan6.com pada 12 Jul 2019, 19:24 WIB
Diperbarui 12 Jul 2019, 19:24 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
Perbesar
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengincar posisi Ketua MPR. Untuk mendapatkan posisi tersebut, Cak Imin disebut sampai melobi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Beberapa waktu lalu, Cak Imin juga meminta restu kepada wapres terpilih Ma'ruf Amin.

"Pak Muhaimin sendiri sudah menghadap Pak Ma'ruf Amin, mungkin juga sudah bicara dengan Pak Jokowi," ujar Ketua DPP PKB Lukman Edy di Batik Kuring, SCBD, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019). 

PKB mendorong Muhaimin Iskandar untuk menjadi Ketua MPR. Supaya hal tersebut tercapai, komunikasi politik dilakukan dengan berbagai pihak.

Lobi kepada Jokowi penting karena pimpinan Koalisi Indonesia Kerja. Koalisi itu yang mengusung Jokowi sebagai calon presiden 2019. Menurut Lukman, pandangan Jokowi untuk posisi ketua MPR penting dipertimbangkan.

"Karena Pak Jokowi tokoh sentral di koalisi 01 ini, maka tentu pandangan Pak Jokowi sendiri terhadap ketua MPR itu perlu kita dengar, perlu kita pertimbangkan secara matang," kata Lukman.

2 dari 3 halaman

Buka Komunikasi

PBNU Adakan Haul Para Pejuang NU
Perbesar
Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengikuti Haul Para Pejuang NU di halaman gedung PBNU, Jakarta, Rabu (10/4/2019). Kegiatan tersebut digelar untuk menghormati jasa-jasa para pejuang NU yang telah meninggal ataupun masih hidup. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kepada pimpinan partai politik koalisi pun, Cak Imin membuka komunikasi. Terutama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Sebab, Golkar juga incar kursi MPR lantaran merasa berhak sebagai pemegang kursi parlemen terbanyak kedua.

"Melakukan pembicaraan juga dengan Pak Airlangga, lintas partai, saya kira seperti itu. Saya kira komunikasi politik semua sekarang sedang dilakukan untuk memberikan kepada Cak Imin, sebagai ketua MPR," kata Lukman.

Pembicaraan paket MPR itu bakal dibahas dalam koalisi. Setelahnya, bicara dengan partai di luar koalisi.

"Nanti mekanismenya pasti nanti bicara dulu di koalisi 01, supaya 01 ini tetap solid, baru kemudian mengajak bicara yang lain. 01 sendiri enggak bisa jadi ketua MPR. Karena suaranya enggak cukup kalau hanya 01, harus ngambil dari 02," kata Lukman.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓