Alat Deteksi Dini Kebocoran Gas dan Asap Berbasis Online Karya Siswa SMK

Oleh stella maris pada 10 Jul 2019, 19:00 WIB
Diperbarui 10 Jul 2019, 19:00 WIB
LKS SMK Nasional
Perbesar
Koordinator SEAMEO Center Indonesia, Gatot Hari Priowirjanto dan peserta Pameran KKSI di LKS SMK Nasional 2019/Stella Maris.

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya mempromosikan keterampilan para pelajar SMK di seluruh Indonesia. Salah satunya dengan menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Nasional di Yogyakarta, pada 7-13 Juli 2019.

Dalam LKS SMK Nasional ini, ada sejumlah rangkaian acara yang menarik untuk diketahui dan diikuti. Misalnya, Pameran Kamp Kreatif SMK Indonesia (KKSI) 2019 di Jogja Expo Centre (JEC).

Di pameran ini ada 23 SMK Tim Pengampu se-Indonesia. Salah satunya berasal dari Bandung, yaitu SMK Negeri 11. Dalam pameran ini, SMK Negeri 11 Bandung memamerkan karya inovatifnya di bidang teknologi.

Adalah Smart Gas & Smoke Detector System atau alat pendeteksi dini kebocoran gas dan asap berbasis online atau internet. Farid Rizqulloh dari SMK Negeri 11 Bandung ini mengatakan bahwa alat tersebut berhasil dipasarkan, setelah melalui proses penyempurnaan selama beberapa tahun.

"Alat ini adalah proyek pertama kami yang berfungsi untuk mendeteksi gas dan asap pada radius dua sampai tiga meter," ujar Farid saat ditemui di stand Pameran KKSI, Rabu (10/7).

Farid menjelaskan sistem pendeteksi dini ini sifatnya 2in1. Artinya sang pemilik bisa mengetahui adanya kebocoran gas atau asap melalui aplikasi yang disebut I Guest. Jadi, jika terjadi kebocoran, sang pemilik akan menerima alarm suara dan notifikasi dari smartphone.

"Alat ini sudah dijual bebas dan harganya terjangkau Rp350 per unit," kata Farid.

Bukan hanya mempromosikan produk Smart Gas & Smoke Detector System saja, SMK Negeri 1 Bandung ini juga menghasilkan karya lainnya. Namanya I Guest yang menjadi solusi terbaik untuk mengoptimalkan proses manajemen tamu, dan penerimaan dokumen atau kurir di kantor.

"I Guest adalah aplikasi management visitor system yang hdair dengan sekuriti lengkap. Jadi kantor-kantor tak perlu lagi menggunakan buku tamu," kata Farid.

Lebih lanjut, Farid menjelaskan kalau alat ini dapat digunakan mudah. Tamu atau kurir tinggal mengisi data secara digital dan ada fitur kamera yang memotret tamu. "Jadi semua kebutuhan dapat dilihat secara real time."

Koordinator SEAMEO Center Indonesia, Gatot Hari Priowirjanto dalam Workshop Industri di Jogya Expo Center (JEC) mengatakan, SMK Negeri 1 Bandung juga telah mengembangkan karya lainnya, berupa alat yang mengefisiensikan proses administrasi dan akademi.

"Pakai satu kartu sudah bisa semua. Untuk administrasi, kartu itu digunakan untuk absen online, parkir. Untuk akademi, bisa untuk ke perpustakaan dan bayar kebutuhan sekolah."

Di pameran ini, kata Gatot, para SMK Pengampu bukan sekadar memamerkan hasil karyanya. Tapi juga melakukan upaya promosi dan pemasaran secara offline.

"Karya yang sudah berkembang ini kan jadi bisa disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Kuncinya untuk SMK adalah sekolah menengah berkarya, berkompeten dibidangnya, dan mandiri," kata Gatot.

 

(*)