Komnas HAM: Kasus Penyerangan Novel Bisa Terungkap Sampai Aktor Intelektual

Oleh Liputan6.com pada 10 Jul 2019, 04:34 WIB
Peringatan 500 Hari Penyerangan Novel Baswedan Digelar di KPK

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan titik terang kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Hasil ini didapatkan dari investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

"Yang kami dapatkan informasinya dari teman-teman TGPF, mereka mendapatkan sesuatu yang penting, yang membuat celah kasus ini bisa naik ke atas. Apa itu dan sebagainya ya saya nggak etis kalau saya nyebut, biar teman-teman TGPF yang sampaikan ke publik," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 9 Juli 2019.

Pihaknya juga sudah memiliki informasi yang signifikan terkait empat pelaku yang diduga menyiram air keras ke wajah Novel. Choirul yakin perkembangan kasus bisa berlanjut hingga menemukan aktor intelektualnya.

"Yang empat orang tersebut jejaknya sudah semakin terang dan itu bisa naik ke atas," ucapnya.

Komnas HAM memiliki data siapa aktor intelektual di balik kasus ini. Pihaknya berharap Kapolri Jenderal Tito Karnavian komitmen untuk mengungkap kasus penyerangan Novel hingga tuntas.

"Tinggal apakah Kapolri mem-follow up itu dengan sangat kuat dan mendalam. Kalau bagi Komnas HAM yang paling penting adalah segera ditemukan siapa aktor di balik penyiraman Novel. Karena temuan Komnas HAM sendiri itu sesuatu yang memungkinkan sampai level intelektualnya," tuturnya.

 

2 of 3

Kasus Mudah

Kasus Teror Air Keras, Penyidik Polri Periksa Novel Baswedan
Penyidik senior KPK Novel Baswedan memberikan keterangan usai diperiksa oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan Polisi di Gedung KPK, Kamis (20/6/2019). Novel diperiksa terkait kasus penyiraman air keras hingga mata kirinya buta diharapkan bisa menemukan titik terang. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Menurut Choirul, mengungkap teka-teki kasus ini mudah. Dia yakin misteri kasus penyerangan Novel Baswedan bisa terungkap sampai aktor intelektual.

"Karena gampang kok, keberadaan orang asing itu aneh dalam skema sekian hari di TKP. Dan orang-orang ini dengan keberadaan yang tidak semestinya di situ, itu memberikan jejak yang penting, yang kedua naik lagi CCTV, ketiga naik lagi penggunaan-penggunaan alat yang mereka gunakan. Itu memungkinkan sampai naik ke atas," katanya memungkasi.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓