Menlu Retno Sampaikan Dukacita Meninggalnya Sutopo

Oleh Liputan6.com pada 07 Jul 2019, 12:27 WIB
Diperbarui 08 Jul 2019, 22:14 WIB
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan dukacita atas meninggalnya Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

"Sugeng kondur Pak Topo, doa kami menyertai panjenengan kondur menghadap Sang Khalik," tulis Menlu dalam unggahan di akun Instagram @retno_marsudi, Minggu (7/7/2019).

Dalam unggahan tersebut, Menlu mengenang kembali saat dirinya pernah "satu panggung" bersama Sutopo saat menerima Penghargaan untuk Pemimpin Kemanusiaan (Special Award for Humanitarian Diplomacy Leader) dari lembaga kemanusiaan Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Human Initiative pada Desember 2018.

 

 
 
 
View this post on Instagram

Innallillahi wa innallillahi rojiun . Sugeng "kondur" Pak Topo... Doa kami menyertai penjenengan "kondur" menghadap Sang Khalik . Duka cita yang dalam juga saya sampaikan langsung kepada istri Almarhum, Ibu Retno Sutopo... pagi hari ini (7/7) . Kemlu dan pak Topo banyak berkoordinasi dalam penanganan bencana . Pak Topo (Sutopo Purwo Nugroho) dan saya pernah satu panggung... menerima penghargaan ”Special Award for Humanitarian Diplomacy Leader”, 18 Desember 2018. . Allow me to quote one of Pak Topo’s wise message... “Life isn’t determine by how long we live, but how useful we are to other people” . Selamat jalan Pak Topo... Figur yg penuh dedikasi itu sudah mendahului kita..

A post shared by Retno Marsudi (@retno_marsudi) on

Menlu Retno juga menyertakan kutipan pernyataan Sutopo tentang bagaimana "hidup tidak ditentukan dari seberapa lama seseorang hidup di dunia, tetapi bagaimana ia bisa berguna bagi orang lain".

"Selamat jalan Pak Topo... Figur yang penuh dedikasi itu sudah mendahului kita," tulis Retno.

 

2 dari 2 halaman

Meninggal di Guangzhou

Sutopo menghembuskan napas terakhirnya Minggu pukul 2.20 waktu setempat (01.20 WIB) di Guangzhou St. Stamford Modern Cancer Hospital. Saat itu dia tengah menjalani perawatan terkait penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.

Konsulat Jenderal RI (KJRI) Guangzhou, China telah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di China, seperti pimpinan rumah sakit, Bea Cukai, dan pimpinan kantor perwakilan Garuda Indonesia untuk memastikan agar jenazah Sutopo dapat dipulangkan ke Tanah Air secepatnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓