Bamsoet Disebut Sosok Tepat Bawa Golkar Lebih Baik

Oleh Liputan6.com pada 15 Jul 2019, 06:06 WIB
Gaya Bambang Soesatyo Saat Pidato Pertama Sebagai Ketua DPR

Liputan6.com, Jakarta Sekretaris Jendral Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Azka Aufary Ramli menyatakan, stagnasi perolehan suara yang dicapi Golkar di Pemilu 2019 adalah sebuah kemunduran.

Di pileg 2019 lalu, Golkar mendapatkan suara sebesar 12,31%, jumlah ini lebih kecil dibandingkan dengan suara Golkar pada Pemilu 2014 yang mencapai 14,75% atau turun sekitar 2,5 %.

"Penurunan 2,5% mungkin kecil bagi sebagian orang, padahal jika dilihat dari konteks jumlah pemilih, Golkar kehilangan sekitar 4.500.000 – 5.000.000 suara pemilih," ujar Azka Aufary Ramli melalui keterangan tertulis, Minggu 14 Juli 2019.

Organisasi kekaryaan dari Golkar ini menyebut, partai berlambang beringin ini harus bangkit. Azka menyatakan, eksistensi dan stabilitas Golkar sangat dipengaruhi suara yang diberikan generasi muda atau milenial.

"Pemilu 2019 menjadi bukti kaum milenial mendominasi dengan persentase di atas 50%, dengan pemilih pemula berkisar 14 juta," ujar dia.

Dengan begitu, Azka mendukung jika Bambang Soesatyo atau Bamsoet maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar pada Munas Partai Golkar 2019. Ia menilai Bamsoet sosok yang pas, dalam merangkul akar – akar kokoh Trikarya milik Golkar ke depannya.

"Bamsoet adalah sosok yang cakap dalam menyatukan ormas – ormas pendiri Golkar, terlebih lagi dekat dan mau merangkul generasi milenial, Bamsoet adalah pilihan yang tepat untuk memimpin Partai Golkar ke arah yang lebih baik," cetusnya.

Azka mengingatkan, Golkar adalah partai besar yang selalu berusaha menjadi pilar penjaga stabilitas politik Indonesia. Untuk itu Golkar harus beradaptasi dengan peta baru regenerasi suara pada Pemilu 2024 yang kebanyakan pemilih adalah generasi muda.

2 of 2

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait