Dapat Dukungan Dari DPD Golkar, Bamsoet: Saya Agak Was-Was

Oleh Fachrur RoziePutu Merta Surya Putra pada 06 Jul 2019, 20:15 WIB
Diperbarui 08 Jul 2019, 11:14 WIB
Bamsoet Menerima Dukungan Dari DPD Golkar Tingkat II di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019). (fachrur Rozie/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Koordinator Bidang Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet, mengatakan merasa was-was. Hal ini disampaikan saat dirinya mendapat dukungan dari DPD Golkar Tingkat II sebagai Ketua Umum Partai berlambang pohon beringin ini.

Adapun hari ini yang mendukungnya diantaranya dari Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara, Pelawan, dan Sorong Selatan.

"Terkait dukungan sebetulnya saya agak was-was juga, karena saya enggak mau mengorbankan, atau ada korban lagi daerah-daerah yang memberikan dukungan kemudian di (jadikan) Plt (pelaksana tugas)," ujar Bamsoet di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019).

Saat menceritakan rasa itu kepada para pimpinan DPD Golkar Tingkat II yang hadir, dia justru dingatkan tak perlu merasa was-was. Bahkan memintanya untuk maju.

"Tapi teman-teman tadi mengatakan bahwa seharusnya tidak boleh begitu, masak mendukung yang satu boleh dan mendukung yang lain tidak boleh. Padahal dua-duanya kan sama-sama kader Partai Golkar," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI itu. 

Karenanya, masih kata dia, enggan mengecewakan para pendukungnya tersebut. Dan akan menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.

Di sisi lain, terkait jumlah DPD yang sudah memberikan dukungannya, Bamsoet sampai sekarang belum mengetahui. Dirinya hanya mengklaim memperoleh banyak dukungan. "Saya belum hitung, tapi yang pasti sudah banyak yang memberikan dukungan ya," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Sorong Selatan, Jevries N Kewetare menyatakan, hal yang wajar dalam memberikan dukungan kepada kader Golkar untuk maju menjadi caketum. "Dan memang saya kira sah-sah saja memberikan dukungan kepada pilar Partai Golkar, bukan berarti tidak boleh. Tapi harus mengevaluasi semua ke depan, harus lebih baik lagi," kata Jevries.

Menurut dia, dukungan yang diberikan ke Bamsoet, lantaran pengurus daerah ingin ada perubahan yang berarti di dalam tubuh Golkar.

"Tujuan memberikan dukungan ini untuk lebih baik ke depan, dan memang dari hasil pemilu sekarang perlu ada evaluasi lebih baik ke depan, tahun 2024," pungkasnya.

2 of 2

DPD Golkar Cirebon

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Kota Cirebon Toto Sunanto mengaku dirinya dicopot dari jabatannya oleh DPP, lantaran mendukung Bambang Soesyato sebagai calon Ketua Umum Golkar pengganti Airlangga Hartarto.

Dia menuturkan, pencobotan tersebut dilaksanakan 10 hari dirinya mengumumkan dukungan kepada Bambang Soesyato atau Bamsoet sebagai Ketum. Diketahui 27 Juni 2019 dia menyatakan dukungan ke Bamsoet, yang disampaikannya di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta.

"Betul (dicopot dari posisi Ketua DPD Golkar Cirebon). Kemarin, 10 hari setelah membuat pernyataan (mendukung Bamsoet)," ucap Toto kepada Liputan6.com, Sabtu (6/7/2019).

Dia menuturkan alasannya dipecat lantaran periodesasi. Tapi, menurutnya, berdasarkan SK, periodesasinya sampai 2020.

Terkait hal tersebut, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily tak menepis bahwa Toto memang dicopot dari jabatannya. Namun, dia membantah itu lantaran mendukung Bamsoet.

"Informasi dari Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi soal pemberhentian saudara Toto Sunanto ini bukan karena soal dukung mendukung salah satu kandidat Caketum.

Pemberhentian ini dilakukan karena yang bersangkutan diusulkan untuk dinon-aktifkan sebagai Ketua DPD PG Kota Cirebon oleh seluruh Pimpinan Pengurus Kecamatan, 5 PK se-Kota Cirebon," jelas Ace.

Menurut dia, usulan tersebut sesungguhnya telah disampaikan sejak 18 Juni 2019 yang lalu.

"Kami tidak perlu menyampaikan alasan penon-aktifan itu ke publik, karena menyangkut dengan urusan internal kami yang tak etis disampaikan ke publik, tukas Ace.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by