Kualitas Udara Buruk Hantui Jakarta Beberapa Hari Ini

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 05 Jul 2019, 13:06 WIB
Diperbarui 05 Jul 2019, 14:13 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Asap kendaraan, debu bangunan, kerap menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas udara. Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia versi penyedia peta polusi udara Airvisual.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, (5/7/2019), selama beberapa hari, Ibu Kota berada di peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk. Nilai air quality index (AQI) di Ibu Kota bahkan sempat mencapai 240, dalam kategori sangat tidak sehat.

Nilai AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti pm 2.5, pm 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Namun, stasiun pemantau kualitas udara (SPKU) milik pemerintah yang tersebar di Ibu Kota menyebutkan, nilai indeks standart polusi udara (ISPU) di Jakarta berada dalam kategori sedang atau tidak berbahaya bagi kesehatan.

Pengukuran indeks kualitas udara ini menggunakan lima jenis parameter yang dipantau selama 24 jam. Asap kendaraan bermotor disebut sebagai penyebab utama polusi udara.

Greenpeace menanggapi perbedaan angka ini dengan mengungkapkan, indikator pengukur kualitas udara Jakarta sudah lama tidak diperbarui.

Menikmati udara segar tentu menjadi keinginan semua warga. Mengingat polusi udara bisa berdampak buruk bagi kesehatan. (Rio Audhitama Sihombing)