Musim Kemarau, Warga Muara Baru Kesulitan Dapat Air Bersih

Oleh Liputan6.com pada 05 Jul 2019, 05:04 WIB
ilustrasi kemarau dan kekeringan

Liputan6.com, Jakarta - Warga Muara Baru Gedong Pompa, Penjaringan, Jakarta Utara mulai merasakan dampak kekeringan. Para warga ini mengeluh sulitnya mendapatkan air bersih. Sebab, sumur yang menjadi sumber air mereka mulai mengering.

"Kalau kemarau begini air sumur berkurang, jadi menimbanya cuma bisa sedikit-sedikit," kata warga Muara Baru Gedong Pompa, Maryati (59) seperti dilansir dari Antara, Kamis 4 Juli 2019.

Menurut Maryati, kondisi berkurangnya air juga terjadi di sejumlah sumur umum yang ada di perkampungan warga RW 20 tersebut.

"Jika satu sumur berkurang airnya, warga akan berpindah ke sumur lain yang ada di rumah warga lainnya untuk mendapatkan air," ujarnya.

Air sumur, dimanfaatkan oleh warga bersama-sama untuk keperluan mencuci piring, keperluan mencuci baju, dan mengepel lantai.

"Pemanfaatan air sumur ini juga membantu warga menghemat pengeluaran untuk membeli air bersih yang sehari-hari diperlukan," ucap Maryati.

Dalam sehari, warga Muara Baru Gedong Pompo membeli air bersih dari penjual keliling dengan harga Rp 10 ribu per toren  atau 120 liter.

"Kalau untuk sehari-hari saya beli air. Pakai air sumur hanya untuk siram-siram toilet," kata Yati (55) warga lainnya.

Air sumur yang dimiliki warga. menurut dia, kualitasnya tidak bagus, kadang asam dan asin. Selain itu warnanya juga kecokelatan.

"Warga jarang pakai air sumur untuk minum atau mandi, hanya untuk bersih-bersih di kamar mandi dan cuci," kata Yati.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat mengatakan dua wilayah di Jakarta Utara memasuki masa hari tanpa hujan lebih panjang yakni 30 sampai 61 hari.

2 of 2

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓