Jokowi Diminta Pilih Menteri LHK Kalangan Profesional Rimbawan

Oleh Liputan6.com pada 26 Agu 2019, 18:38 WIB
Diperbarui 26 Agu 2019, 18:38 WIB
Jokowi Rapat Bareng Menteri Kabinet Kerja
Perbesar
Presiden Jokowi saat akan memimpin Rapat Terbatas Evaluasi Proyek Strategis Nasional, Jakarta, Senin (16/4). Jokowi mengatakan proyek strategis nasional yang mulai dikerjakan pada 2018 agar segera dieksekusi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara Komunitas Rimbawan Nusantara (KRN) Bambang Soepijanto berpendapat, sebaiknya Presiden Jokowi  memilih nama calon menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dari kalangan profesional rimbawan.

"Kalau figur tentu banyak, tapi kriteria yang wajib adalah profesional rimbawan yang berani dan siap menerima segala risikonya," ujar Bambang kepada wartawan, Senin (26/8/2019).

Bambang pun menjelaskan apa itu profesional rimbawan. Menurutnya, rimbawan bisa siapa saja. Karena yang terpenting dia adalah sosok yang bergerak dan memiliki rekam jejak kuat di sektor kehutanan. 

Tentunya, lanjut Bambang, profil profesional rimbawan itu harus mempunyai kapabilitas, baik kompetensi kualifikasi dan rekam jejak yang mampu menyeimbangkan aspek ekologi, ekonomi dan sosial.

"Jadi kalau dia lulusan fakultas kehutanan tapi kerja di bank ya tidak bisa dikatakan rimbawan. Dan kita ingin kementerian LHK dipimpin oleh profesional rimbawan yang suah teruji," paparnya.

Bambang juga berharap, siapa pun yang dipilih oleh Jokowi untuk menjadi menteri LHK, maka figur itu dipastikan memiliki jiwa petarung, berfikir keluar dari box, dan dia punya visi yang luar biasa untuk memajukan, membangkitkan kembali kehutanan dan industrinya.

"Saya pikir itu menjadi syarat bagi pemimpin yang akan mengendalikan Kementerian Kehutanan 5 tahun mendatang. Jadi bukan profesional umum, tapi profesional rimbawan," tegasnya.

 

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓