BMKG: Masuk Musim Kemarau, Sejumlah Wilayah Ini Berpotensi Dilanda Kekeringan

Oleh Liputan6.com pada 04 Jul 2019, 15:10 WIB
Diperbarui 06 Jul 2019, 13:13 WIB
ilustrasi kemarau dan kekeringan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau ini. Wilayah itu antara lain Sumedang, Gunung Kidul, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, Tuban, Pasuruan dan Pamekasan. 

"Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan hingga 30 Juni 2019, terdapat potensi kekeringan meteorologis (iklim) di sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dengan kriteria panjang hingga ekstrem," ungkap Deputi Bidang Klimatologi BKG, Herizal, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Liputan6.com, Kamis (4/7/2019).

Dari hasil analisis BMKG, wilayah yang berstatus Awas berpotensi kekeringan ini telah mengalami lebih dari 61 hari tanpa hujan. Wilayah ini juga memiliki peluang 70 persen, hujan rendah dengan intensitas kurang dari 20 milimeter dalam 10 hari mendatang.

Daerah-daerah tersebut tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Di Jawa Barat terjadi di Bekasi, Karawang, dan Indramayu. Sementara di Jawa Tengah terjadi di Karanganyer, Klaten, Magelang, Purworejo, Rembang, Semarang, dan Wonogiri. Untuk Jatim hanya disebut di sebagian besar besar wilayah itu saja. 

Ada pun untuk wilayah DIY terjadi di Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Sleman, sementara Bali terjadi di Buleleng. Kemudian untuk NTT adalag Sikka, Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao, Kupang, dan Beli. Sedangkan untuk NTB adalah Bima, Kota Bima, Lombok Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Timur. 

Sementara itu, kriteria wilayah yang memiliki status Siaga menurut BMKG adalah wilayah yang telah mengalami HTH lebih dari 31 hari dengan prakiraan curah hujan rendah kurang dari 20 milimeter dalam 10 hari berpeluang terjadi di Jakarta Utara dan Banten (Lebak, Pandeglang, dan Tangerang).  

 

2 dari 3 halaman

37 Persen Wilayah Sudah Alami Musim Kemarau

Lahan pertanian milik warga di beberapa titik kecamatan Wanaraja Garut, nampak mengerik akibat kemarau yang terjadi tahun ini
Lahan pertanian milik warga di beberapa titik kecamatan Wanaraja Garut, nampak mengerik akibat kemarau yang terjadi tahun ini (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Wilayah dengan kriteria Waspada adalah daerah yang telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 21 hari dengan curah hujan rendah atau kurang dari 20 milimeter dalam 10 hari. 

Daerah yang masuk dalam kriteria ini adalah Aceh (Aceh Besar, Pidie kan Bireuen), Jambi (Merangin, Batanghari dan Bengkayang), Lampung (Way Kanan), Kalimantan Tengah (Pulangpisau), Kalimantan Barat (Bengkayang), dan Sulawesi Selatan (Bantaeng, Selayar, dan Takalar). 

"Selain itu, monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan berdasarkan luasan wilayah. 37% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan 63% wilayah masih mengalami musim hujan," ungkap BMKG. 

Sementara itu, wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi Aceh bagian Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Pulau Jawa dan Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan bagian Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur bagian Selatan, Maluku, dan Papua bagian Selatan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓