Gerindra: Relawan Prabowo-Sandi Masih Keberatan Akui Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

Oleh Liputan6.com pada 03 Jul 2019, 22:05 WIB

Diperbarui 05 Jul 2019, 21:13 WIB

Wasekjen DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menyambangi Kantor acebook dan Instagram di Gedung Capital Palace, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Juni 2019. (Merdeka.com/Ahda Bayhaqi)

Liputan6.com, Jakarta - Pernyataan sikap Relawan Pendukung Prabowo-Sandiaga pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) berujung ricuh. Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade memahami bahwa relawan masih keberatan dengan hasil Pilpres 2019 yang dimenangkan Jokowi-Ma'ruf.

"Saya merasakan relawan masih keberatan mengakui kemenangan Pak Jokowi. Relawan banyak juga yang menolak rekonsiliasi Pak Prabowo," kata Andre di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Andre mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan survei kepada pendukung Prabowo-Sandiaga. Hasilnya 60 persen pendukung Ketum Gerindra itu sudah bisa menerima keputusan Mahkamah Konstitusi.

Kemudian, 40 persen sisanya terbagi dua. Sebagian menolak rekonsiliasi dan yang lainnya tetap mengikuti sikap Prabowo ingin rekonsiliasi atau tidak.

"Jadi mayoritas pendukung Prabowo menginginkan yang terbaik buat bangsanya," tandas mantan Jubir Badan Pemenangan Nasional itu.

2 of 3

Kronologi Kericuhan

Sebelumnya, acara konsolidasi mengatasnamakan pernyataan sikap Relawan Pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) berujung ricuh. Acara tersebut diselenggarakan di D'hotel, Jl Sultan Agung, Setia Budi, Jakarta (2/7/2019).

Awalnya, situasi berjalan kondusif dengan diisi para pembicara yang dihadiri pengamat media sosial Rizal Kobar. Kemudian dilanjutkan pernyataan sikap relawan yang di dominasi para ibu-ibu.

Tiba-tiba ada relawan Prabowo-Sandi lain yang masuk ke ruang acara melayangkan protes keras dengan isi pernyataan sikap tersebut. Salah satu poin yang diprotes ialah mengucapkan selamat bekerja kepada Jokowi-Ma'ruf.

"Kita menolak atas pernyataan statment hari ini," teriak salah satu relawan bernama Gusali.

Situasi pun berujung panas. Mereka meminta para peserta menarik pernyataan sikap tersebut. Kemudian, relawan yang protes mencabut dan membuang spanduk acara. Para peserta yang hadir pun diminta tidak memakan hidangan yang disediakan dan membubarkan diri.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓