Baladhika Karya: Dukungan ke Bamsoet Ikhlas Tanpa Paksaan

Oleh Liputan6.com pada 03 Jul 2019, 14:15 WIB
Bambang Soesatyo

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Baladhika Karya Nofel Saleh Hilabi menyatakan, dukungan sejumlah kader akar rumput kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet) agar maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar adalah ikhlas dan tanpa pamrih. 

"Buat apa Pak Bamsoet mengintimidasi demi dukungan Golkar DKI Jakarta? Dukungan dari daerah justru mengalir deras tanpa paksaan," Kata Nofel di Jakarta, Selasa 2 Juli 2019.

Lontaran Nofel sekaligus menepis omongan Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng atau Celi yang menyebut Bamsoet mengintimidasi para Ketua DPD II Partai Golkar se-DKI Jakarta untuk mendukungnya.

Nofel menyatakan, sampai saat ini Bamsoet belum secara terbuka menyatakan akan mengajukan diri sebagai calon ketua umum di Munas Golkar 2019.

"Pak Bamsoet sendiri belum deklarasi, kenapa harus terburu-buru kumpulkan dukungan dengan intimidasi?" ucap politikus muda Golkar ini.

Nofel meminta sebagai Rizal Mallarangeng diminta fokus pada evaluasi kinerja di pileg dan pilpres di DKI Jakarta.

"Jangan sibuk urusi orang lain. Golkar DKI kehilangan 2 kursi DPR dan 3 kursi DPRD. Target 20 kursi DPRD jauh api dari panggang," pungkasnya.

2 of 2

Celi Membantah

Rizal Mallarangeng membantah telah mengancam para kader untuk mencabut dukungan ke Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai caketum Partai Golkar. Menurut dia, pernyataan sikap DPD mencabut dukungan terhadap Bamsoet, murni inisiatif mereka masing-masing.

"Tidak ada ancaman, pencabutan dukungan terhadap Bamsoet dilakukan secara sukarela oleh para kader," kata Rizal lewat keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Rabu (3/7/2019).

Rizal berpandangan, justru sebaliknya sikap Bamsoet lah yang mencari dukungan dengan cara mengintimidasi para perwakilan DPD Golkar tersebut. Dia mengklaim, Bamsoet mendesak agar Munaslub segera dihelat sesegera mungkin.

"Ini kan cara keliru. Semua sudah sepakat bahwa Munas akan diselenggarakan pada Desember 2019. Jadi yang kemarin dukung Bamsoet itu lalu sadar dan mencabut. Nggak ada paksaan. Sepenuhnya atas kesadaran sendiri," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓