Pencarian Helikopter TNI Hilang di Oksibil Terus Dilakukan

Oleh Liputan6.com pada 03 Jul 2019, 10:48 WIB
Diperbarui 03 Jul 2019, 10:48 WIB
Helikopter jatuh
Perbesar
Ilustrasi helikopter jatuh. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pencarian helikopter milik TNI MI 17 yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat 28 Juni terus dilakukan.

Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi menjelaskan proses pencarian helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang sejak 28 Juni 2019 masih terus dicari melalui jalur udara.

Dua helikopter jenis Helly Bell 412 milik TNI AD dan Helly Bell 206 milik penerbangan sipil yang diperbantukan dengan menyusuri rute penerbangan antara Oksibil dan Okibab.

Kemudian tim pencari udara juga mendarati kampung-kampung yang terlihat dari atas dan berusaha mencari informasi dari masyarakat yang ada di kampung-kampung tersebut.

"Ada tiga distrik yang tadi cari keterangan oleh tim udara yaitu Distrik Oksop, Okibab dan Okbape," katanya dikutip dari Antara, Selasa 2 Juli 2019.

Tim udara, kata dia, berusaha mencari informasi kepada masyarakat yang mungkin saja sempat melihat atau mendengar Helikopter MI-17 setelah hilang kontak.

Penetapan titik pencarian ke arah Distrik Kiwirok pun setelah tim udara memperoleh informasi dari masyarakat kampung yang mereka singgahi pada hari sebelumnya.

"Sampai pukul 16.00 WIT, sangat disayangkan kita masih belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan helikopter MI-17 dengan nomor regristasi HA5138," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Bawa 12 Orang

20151011-Helikopter
Perbesar
Ilustrasi helikopter.

Sebelumnya, Helikopter MI-17 milik TNI AD hilang kontak sesaat lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Helikopter tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari tujuh orang crew dan lima orang personil Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian Pos," kata Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi.

Helikopter tersebut, lanjut Aidi, tengah melakukan misi pendorongan logistik (Dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab. Bertolak dari distrik Okbibab, penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil untuk pengisian bahan bakar.

 

Lanjutkan Membaca ↓