Polisi Tangkap Akun Instagram Penyebar Hoaks Rif Opposite

Oleh Nanda Perdana Putra pada 01 Jul 2019, 16:02 WIB
Polisi Ungkap Kasus Pemberitaan Hoaks Lewat Medsos

Liputan6.com, Jakarta - Polrimenangkap pemilik akun Instagram @rif_opposite yang masif menyebarkan berita bohong alias hoaks dan ujaran kebencian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, tersangka berinisial MAM (45) dibekuk pada Selasa 25 Juni 2019 di Kompleks Borobudur, Jalan Tabrani Ahmad, Pontianak, Kalimantan Barat.

"Tersangka adalah pemilik dari akun Instagram rif_opposite yang sangat aktif melakukan unggahan gambar dan video hasil kreasi dan modifikasi dirinya sendiri di akun instagram miliknya," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

Akun Instagram @rif_opposite memiliki 1.896 pengikut dan telah mengunggah 2.542 konten provokatif. Di antaranya menyinggung para tokoh pemerintahan, tokoh agama, mantan presiden, institusi Polri, KPU, dan lembaga penghitungan cepat atau quick count.

"Kepada penyidik, tersangka mengaku termotivasi memposting konten-konten gambar dan video karena tidak suka dengan pemerintahan saat ini dan agar semua masyarakat umum mengetahui tentang informasi yang ia sebarkan di dalam konten gambar dan video tersebut," jelas Dedi.

Adapun konten yang diunggah akun Instagram tersebut antara lain hoaks situng KPU dikendalikan Intruder, kecurangan dalam bentuk membuang C1 milik paslon 02, Brimob menyamar jadi FPI untuk pancing kerusuhan, empat anak dibunuh oleh Brimob, 700 petugas KPPS meninggal tidak wajar, dan STNK Palsu bela anak Cina.

Atas perbuatannya, tersangka dikenai pasal 14 ayat (1) dan (2) dan pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 207 KUHP.

Ancaman hukuman pidana penjara paling lama penjara 10 Tahun Penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

2 of 3

Tangkap Simpatisan Ormas

Kreator Propaganda dan Penyebar Hoaks SARA Dibekuk Polisi
Tersangka kasus propaganda dan penyebaran hoaks SARA saat dihadirkan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/6/2019). Polisi menyita barang bukti laptop, hp, hardisk, dan atribut laskar FPI. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Subdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri mengamankan tersangka penyebar hoaks dengan inisial AY (32) pada Selasa, 25 Juni. AY diketahui merupakan salah satu simpatisan ormas keagamaan.

"Tersangka merupakan aktor propaganda media sosial simpatisan Laskar FPI di dunia maya yang kerap kali menyebarkan informasi yang ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian," kata Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul di Kantor Divisi Humas Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum'at (28/6/2019).

Tersangka ditangkap di Jalan Kaum RT/RW 02/05 Nomor 97, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menurut Rickynaldo, AY mengoperasikan beberapa akun media sosial untuk melakukan operasinya. Tercatat, ada tiga akun media sosial yang dikendalikan tersangka, terdiri dari dua akun Instagram dengan nama wb.official.id dan officialwhitebaret yang memiliki ribuan pengikut.

"Telah mem-posting konten sebanyak 298 posting-an. Kemudian akun YouTube (dengan nama) Muslim Cyber Army telah ada sejak Maret 2013 dan telah memiliki empat jutaan viewer," ucap Rickynaldo.

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by