Helikopter TNI yang Hilang Kontak Diperkirakan Ada di Punggung Gunung Aprok

Oleh Liputan6.com pada 30 Jun 2019, 13:03 WIB
Diperbarui 30 Jun 2019, 13:03 WIB
Tim SAR gabungan dari Jayapura yang diberangkatkan ke Oksibil lakukan penccarian helikopter MI-17
Perbesar
Tim SAR gabungan dari Jayapura yang diberangkatkan ke Oksibil lakukan penccarian helikopter MI-17. (Liputan6.com/Katharina Janur/SAR Jayapura)

Liputan6.com, Sentani - Helikopter MI 17 milik TNI AD yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pukul 11.44 WIT Jumat 28 Juni 2019 diperkirakan ada di punggung Gunung Aprok, Distrik Oksop.

"Tim SAR Darat sedang mendaki Gunung Aprok dan Gunung Mol. Diperkirakan heli ada di balik gunung itu, yakni Gunung Aprok karena bunyi gemuruhnya ada di belakang gunung itu," kata Dandim 1702 Jayawijaya, Letkol Inf Chandra Dianto ketika dikonfirmasi dari Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (30/6/2019) seperti dilansir Antara.

Perkiraan ini didasarkan keterangan warga setempat yang sempat mendengar suara gemuruh.

Menurut dia, Tim SAR Darat menghadapi kondisi geografis yang tidak mudah karena warga setempat tidak pernah masuk ke lokasi tersebut.

"Gunung Aprok disakralkan oleh masyarakat adat setempat. Tadi sudah dilakukan ritual supaya tim bisa masuk," ujar Chandra.

Lokasi diduga tempat helikopter MI 17 milik TNI berada itu berdekatan dengan Gunung Tangok, lokasi jatuhnya pesawat Trigana pada 16 Agustus 2015. Tim SAR Darat diyakini bisa segera mencapai punggung Gunung Aprok karena mereka juga melibatkan warga setempat.

"Hitungan warga setempat pada pukul 08.00 WIT dari Kampung Mimin, tim tadi berangkat subuh, mungkin sore ini sudah tiba di balik gunung," kata Chandra.

 

2 dari 2 halaman

Libatkan Tim SAR

lima armada helikopter dan pesawat digunakan bantu pencarian helikopter MI-17
Perbesar
lima armada helikopter dan pesawat digunakan bantu pencarian helikopter MI-17. (Liputan6.com/Ktahrina Janur/Kodam Cenderawasih)

Selain itu, Chandra menyebutkan bahwa 25 Personel Tim SAR Gabungan yang diberangkatkan dari Jayapura sudah tiba di Oksibil, Pegunungan Bintang dan segera bergabung dengan tim yang telah berada di Gunung Aprok.

Helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Heli akan menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari tujuh orang kru dan lima personel Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos," ujar Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Helikopter tersebut tengah melakukan misi pendorongan logistik (dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab.

Bertolak dari Distrik Okbibab, penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil untuk pengisian bahan bakar.

"Pada pukul 11.44 WIT Heli MI-17 take off dari Bandara Oksibil menuju Sentani. Sesuai perkiraan waktu seharusnya Heli MI-17 mendarat di Sentani pukul 13.11 WIT namun sampai saat ini belum ada komunikasi ataupun berita tentang keberadaan Heli tersebut," kata Aidi.

Lanjutkan Membaca ↓