Wiranto: Pernyataan Jokowi dan Prabowo Harus Dirangkum Jadi Satu

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 29 Jun 2019, 07:06 WIB
Diperbarui 29 Jun 2019, 22:15 WIB
Wiranto Pimpin Rakor dengan Panglima Tni, Kapolri, BIN, Menhan, Bea dan Cukai

Liputan6.com, Jakarta - Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan yang menolak semua gugatan Prabowo-Sandiaga. Baik Jokowi maupun Prabowo menghormati putusan tersebut.

Menurut Menko Polhukam Wiranto, apa yang disampaikan keduanya merupakan tanda adanya perdamaian antara kedua kubu.

"Udah damai kok," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Dia meminta masyarakat melihat pernyataan yang disampaikan oleh Jokowi dan Prabowo.

"Jadi komentarnya Pak Prabowo juga harus diimbangi juga dengan statement-nya Pak Jokowi. Dua komentar ini kita rangkum dalam satu semangat bahwa kedua belah pihak sangat menghargai konstitusi," jelas Wiranto.

 

2 dari 3 halaman

Kembali Rajut Kebersamaan

Wiranto Beri Penjelasan Soal Keamanan Pasca Pemilu 2019
Menkopolhukam Wiranto bersama Mendagri Tjahjo Kumolo dan KSP Moeldoko memberi keterangan usai rapat koordinasi tentang keamanan pasca-pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (24/4). Wiranto menjelaskan Sejumlah isu seperti hoaks dan tuduhan yang berakibat pada delegitimasi KPU. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dia menegaskan, pernyataan Jokowi-Ma'ruf yang menyebut siap menjadi presiden dan wakil presiden seluruh rakyat indonesia merupakan ungkapan yang bijaksana. Jokowi mengajak masyarakat untuk kembali merajut kebersamaan dalam menghadapi tantangan masa depan yang kompleks.

"Itu harus kita sambut dengan baik," tegas dia.

Dia pun yakin, Prabowo memahami tentang permasalahan kebangsaan.

"Dan saya kira Pak Prabowo juga saya kira paham soal itu, soal kebangsaan, bagaimana menyatukan potensi bangsa ini menghadapi persaingan global," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓