PAN Pertimbangkan Gabung Koalisi Jokowi Bila Diajak

Oleh Liputan6.com pada 28 Jun 2019, 16:47 WIB
Diperbarui 28 Jun 2019, 16:47 WIB
Utusan PM Jepang Temui Parpol Koalisi Jokowi-JK
Perbesar
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kanan), Demisioner Sekjen Golkar Idrus Marham (kiri), Sekjen PAN Eddy Suparno (tengah) saat menggelar pertemuan dengan utusan PM Jepang Shinzo Abe di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (18/1). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) akan menentukan sikap politiknya usai Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan sengketa Pilpres 2019. Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno menjelaskan masih terus mengkaji segala opsi yang ada, hingga bergabung dengan koalisi pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kita sudah mengkaji beberapa opsi yang ada. Apakah opsi itu berada di luar pemerintahan, bagaimana kalau sampai ada opsi pertimbangan untuk masuk pemerintahan," kata Eddy, di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Pilihan untuk bergabung dalam pemerintah, kata Eddy masih terus mempertimbangkan dengan bebagai catatan. Sebab mereka menyadari, sejak awal tidak berada di dalam koalisi pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dengan catatan kalau diajak. Kita bukan pihak yang mendukung pasangan yang memenangkan Pilpres ini," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Dikaji Terus

Namun keputusan tersebut akan dikaji terus menerus. Apakah akan memilih untuk tetap menjadi oposisi atau justru akan bergabung ke dalam koalisi pemerintahan.

"Tetapi intinya begini, berada di dalam pemerintahan, di luar pemerintahan itu sama saja mulianya asal kita bisa jalankan agenda kerakyatan dengan baik," ungkapnya.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓