Massa Aksi Dengarkan Putusan Sidang MK Melalui Pengeras Suara

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 27 Jun 2019, 17:18 WIB
Diperbarui 27 Jun 2019, 18:17 WIB
Massa Aksi Sidang MK Bertahan di Jalan Medan Merdeka Barat

Liputan6.com, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) tengah membacakan putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang diajukan Prabowo-Sandiaga.

Usai melaksanakan salat Ashar, pantauan Liputan6.com, di depan kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (27/6/2019), pembacaan putusan itu didengarkan melalui pengeras suara. Massa pun dengan seksama menyimaknya.

Saat mendengarkan para hakim membacakan putusan, sejumlah orang terdengar menyorakinya. Selain itu, beberapa di antara peserta aksi bergerak mundur atau menuju ke arah Patung Kuda.

Sebagian dari mereka mencari toilet. Ada juga yang mencari makan, bahkan ada yang terlihat menjauh dari tempat aksi.

Sidang MK sempat diskor selama 30 menit untuk menunaikan salat Asar. Kesempatan ini digunakan para demonstran untuk menyampaikan orasi kepada massa aksi.

"Menyimak demi menyimak, miris juga. Lagi-lagi argumennya tidak jelas," kata sang orator, mencoba mengomentari apa yang disampaikan hakim dari atas mobil komando.

Dia pun menyampaikan, apa yang disampaikan majelis hakim MK, bisa jadi hasilnya tidak sesuai dengan kehendak mereka.

"Secara kasat mata, ini tanda-tanda tidak baik kita. Tapi sampai detik terakhir kita percaya, Allah akan mengabulkan doa kita," pekik orator.

Dia pun menyebut, ada aura negatif. Meski demikian, menurutnya, jika hasilnya tidak sesuai kehendak massa aksi, artinya ada rencana lain dari Tuhan.

"Walaupun saat ini aura negatif. Kalau Allah memutuskan tidak sesuai kehendak kita, pasti Allah punya rencana lain," ujar sang orator.

2 of 3

Jangan Terprovokasi

Massa Aksi Sidang MK Bertahan di Jalan Medan Merdeka Barat
Massa aksi berkumpul di sekitaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (27/6/2019). Massa aksi berkumpul terkait pelaksanaan sidang putusan perselisihan hasil Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sementara itu, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis yang berorasi meminta massa tidak terprovokasi. Kata dia, aksi yang dilakukan saat ini merupakan aksi damai.

"Ini jadi patokan kita (aksi damai). Jangan ada yang provokasi atau terprovokasi," ucap Sobri di depan para massa aksi.

Dia menuturkan, satgasnya sudah disebar di sekitar arena aksi. Karenanya, jika ada yang memprovokasi akan ditindak tegas.

"Ada yang ingin provokasi kami akan lakukan tegas. Komitmen aksi kita super damai," jelas Sobri.

Dia pun menuturkan, apapun nanti hasilnya, apalagi tak sesuai keinginan, semuanya diserahkan kepada Allah SWT.

"Apapun yang terjadi, pokoknya kita tetap berjuang," pungkas Sobri.

 

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by