Anies Baswedan Ingin Jakarta Kembali ke Tahun 1998

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 26 Jun 2019, 19:32 WIB
Diperbarui 26 Jun 2019, 19:32 WIB
Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Anies Baswedan. (Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, pihaknya akan terus mendorong upaya perbaikan kualitas udara di Jakarta. Terlebih karena Jakarta kembali menempati posisi nomor satu sebagai kota terpolusi di dunia oleh Air Visual pada pagi hari ini.

Menurut Anies Baswedan, Jakarta harus cepat menuntaskan proyek pengintegrasian transportasi. Anies juga menargetkan agar kondisi transportasi umum di Jakarta bisa kembali seperti di tahun 1998.

“Minimal harus cepat kembali ke 1998. Pada tahun 1998, separuh penduduk Jakarta gunakan kendaran umum. Sekarang 25 persen gunakan kendaran umum, 75 persen pribadi,” tukas Anies di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Anies menilai, sumber masalah udara terbesar di Jakarta adalah kendaraan bermotor. Karenanya, dia berharap kendaraan pribadi dapat jauh berkurang dan udara kembali membaik pada tahun 2030.

"Target 2030 (kendaraan pribadi berkurang), alhamdullilah tahun lalu menunjukan perbaikan," lanjut Anies Baswedan.

 

2 dari 3 halaman

Lolos Uji Emisi

Anies Baswedan Gelar Halal Bihalal di Balai Kota
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersalaman dengan pegawai Pemprov saat menggelar halal bihalal di Balaikota, Jakarta, Senin (10/6/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Halal Bihalal pada hari pertama PNS masuk kerja setelah libur Lebaran 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Selain itu, Ketua Fraksi Partai Nasdem, Bestari Barus juga menilai bahwa kendaraan harus lolos pemeriksaan uji emisi. Menurut dia, sejauh ini belum ada kejelasan berapa banyak kendaraan di Jakarta yang sudah beroperasi namun belum lolos uji emisi.

“Ataupun yang sudah seberapa jauh Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup berkordinasi terkait pelaksanaan uji emisi secara periodik. Ataupun ada razia-razia,” ujar Bestari.

“Nah, pelayanan-pelayanan terhadap hal tersebut mesti diefektifkan lagi agar kendalanya diketahui dan solusinya dapat ditemukan. Saya kira itu,” dia mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓