Tiga Cara Operator Tol Cipali Tekan Angka Kecelakaan

Oleh Liputan6.com pada 07 Agu 2019, 06:22 WIB
Diperbarui 07 Agu 2019, 06:22 WIB
Tol Palimanan Arah Cikampek
Perbesar
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Tol Cipali di kawasan Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (8/7). Diberlakukannya sistem satu arah atau one way menyebabkan jalur Trans Jawa dari arah Palimanan menuju Cikampek ramai lancar pada H+3 Lebaran. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Operator Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) terus berupaya menurunkan tingkat kecelakaan di Jalan Tol Cipali. Beberapa langkah tersebut di antara melalui konsep 3E, yakni enginering, enforcement dan education.

Vice President Director PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Firdaus Aziz menyatakan, enginering dilakukan dengan  pemasangan wire ropes sepanjang 16 kilometer, pemasangan 10 km guardrail, pemasangan rumble dot pada bagian dalam maupun luar jalan sepanjang 32 km dan juga pemasangan WIM (Wight in Motion) di 2 lokasi.

Sedangkan untuk enforcement, bersama kepolisian dan Dishub,  Aziz menyatakan pihaknya rutin Operasi Speed Gun setiap dua bulan sekali.

"Untuk edukasi, kita terus kampanye keselamatan berkendara di semua event yang kita adakan," tukasnya melalui pesan tertulis, Selasa 6 Agustus 2019.

Firdaus Aziz menambahkan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan melalui program 3E dan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Kementrian Perhubungan, BPJT dan stakeholder lainnya untuk pemasangan wire rope sepanjang 18 km, rumble dot dengan total sepanjang 56 km, 6 buah lampu strobo, guardrail sepanjang 3,1 km. 

Sementara untuk penghijauan, sebanyak 6,000 pohon ditanam dilahan sekitar 20 hektar di area Interchange dan median tol Cipali.

"Jalan tol Cipali yang merupakan bagian dari tol transjawa diharapkan membawa peranan penting dalam proses distribusi barang dan jasa yang berdampak pada sektor perekonomian di Indonesia, khususnya Pulau Jawa” pungkas Firdaus.

 

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait